Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BABAKANMADANG - Rumah warga Kampung Cimangurang, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor rusak akibat pergerakan tanah.
Berdasarkan hasil kaji cepat yang dilakukan BPBD Kabupaten Bogor, tercatat sebanyak 7 unit rumah warga terdampak dengan rincian 4 rumah mengalami rusak berat dan 3 rumah rusak sedang.
Dari pantauan TribunnewsBogor.com, rumah yang mengalami rusak berat tersebut tak lagi bisa ditempati oleh pemiliknya karena dalam kondisi ambruk.
Sedangkan rumah yang mengalami kerusakan sedang terpantau terdapat retakan hingga kondisi struktur bangunan miring.
Akan kondisi tersebut, para penghuni yang terdiri dari sembilan kepala keluarga (KK) yang di dalamnya terdapat 28 jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Meski begitu, peristiwa yang terjadi pada Minggu (19/4/2026) malam tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.
Salah satu warga terdampak, Amir mengungkap betapa mencekamnya detik-detik pergerakan tanah terjadi hingga membuat rumahnya mengalami kerusakan.
Ia mengatakan pergerakan itu tidak terjadi secara tiba-tiba, akan tetapi sedikit demi sedikit mulai menunjukan tanda-tanda.
Namun pergerakan tanah dengan skala yang lebih besar terjadi ketika kawasan tersebut sedang dilanda hujan deras.
"Kejadiannya gak serentak, perlahan pergeseran tanahnya, sedikit-sedikit mengikis, pertamanya retak-retak dulu dikit. Kejadiannya malem pas hujan gede," ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Baca juga: Rumahnya Luluh Lantak, Korban Pergerakan Tanah Babakanmadang Bogor Berharap Direlokasi
Karena sudah terlihat adanya tanda-tanda pergerakan tanah, warga pun sudah melakukan antisipasi sebelum puncak bencana terjadi.
Warga yang tinggal di area lereng tersebut sudah melakukan pengosongan bangunan dengan mengevakuasi barang berharga dan tak menempati rumah.
Sehingga, kata dia, pada saat kejadian tidak memakan korban karena telah dilakukan antisipasi lebih awal.
"Udah dikosongin dari awal, kebetulan kan udah ada tanda-tanda, barang-barang udah keluar semua, berikut orangnya juga udah keluar semua. Kita ngumpul di rumah yang di atasnya yang lebih aman dulu," katanya.