Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kepulauan Seribu membangun tanggul pengaman di Pantai Cikaya, Pulau Karya, Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara sebagai upaya dalam mencegah terjadinya abrasi.

“Pembangunan tanggul ini merupakan tindak lanjut dari usulan warga yang disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2025,” kata Kepala Seksi Pantai Sudin SDA Kepulauan Seribu, Wahyu Maulana di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan tujuan pembangunan tanggul ini untuk menahan gelombang laut dan mencegah abrasi yang berpotensi merusak garis pantai serta untuk meningkatkan keamanan serta kenyamanan bagi warga maupun wisatawan.

Menurut dia, pembangunan tanggul dilakukan secara bertahap dan pada tahun sebelumnya, pekerjaan telah dilaksanakan sepanjang kurang lebih 100 meter.

“Tahun ini, pembangunan dilanjutkan dengan panjang tambahan mencapai 65 meter,” kata Wahyu.

Menurutnya, struktur tanggul dirancang kokoh menggunakan kubus masif dengan formasi tiga banding dua (3:2), sehingga menghasilkan ketinggian sekitar 1,2 meter dan lebar sekitar 80 sentimeter (cm).

Setelah proses penyusunan kubus, tahap berikutnya adalah pengecoran yang bertujuan untuk memperkuat struktur agar tanggul lebih kokoh, stabil, dan tampak rapi.

Seluruh proses pengerjaan dilakukan secara manual oleh 10 personel Pasukan Biru. Mulai dari proses pemindahan kubus masif dari Pulau Panggang hingga penyusunan di lokasi proyek dengan dukungan peralatan kerja yang memadai. Pekerjaan sudah dimulai sejak awal April dan ditargetkan rampung pada pekan depan.

“Kami berharap tanggul ini memberikan rasa aman bagi warga serta semakin mendukung aktivitas pariwisata di Pulau Karya,” ujar Wahyu.

Sementara itu, Ketua RT 03/01 Kelurahan Pulau Panggang Abdul Rohim berharap keberadaan tanggul dapat memberikan manfaat jangka panjang, tidak hanya dalam menjaga kawasan pesisir, tetapi juga mendorong perkembangan potensi wisata lokal.

“Pantai ini kerap dikunjungi wisatawan, sehingga adanya tanggul ini diharapkan kawasan menjadi lebih aman, tertata, dan nyaman bagi pengunjung maupun warga,” kata dia.