Pernyataan Kontradiktif Trump Buat Iran Semakin Waspada Setujui Kesepakatan: Terlalu Banyak Bicara!
Tribun-video April 22, 2026 04:57 PM
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baruTRIBUN-VIDEO.COM - Pernyataan yang kontradiktif dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuat Iran semakin waspada terhadap setiap potensi kesepakatan. Ketidakpastian ini memperkuat sikap Teheran untuk hanya mempertimbangkan perjanjian yang benar-benar kokoh dan memiliki jaminan kuat.Kombinasi antara ancaman terbuka dan pernyataan bernada meremehkan dari Trump dinilai menjadi hambatan utama.Situasi ini diperparah oleh berlanjutnya blokade AS terhadap pelabuhan Iran, yang semakin memperkeruh hubungan kedua negara.Upaya mediasi yang dilakukan di Islamabad, Pakistan, pun terhambat oleh dinamika tersebut.Meski Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan tidak akan menanggapi setiap pernyataan Trump di media sosial, Teheran tidak bisa sepenuhnya mengabaikan pernyataan tersebut. Dalam sehari, Trump bahkan bisa mengeluarkan beberapa pernyataan yang saling bertentangan.Baik secara publik maupun dalam komunikasi tertutup. Hal ini menciptakan kebingungan sekaligus ketidakpercayaan di pihak Iran.Gaya diplomasi Trump yang cenderung tidak sabar dan keras dinilai menjadi penghalang tersendiri bagi tercapainya solusi. Kepala negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa tekanan melalui blokade dan pelanggaran gencatan senjata justru mengubah arah negosiasi menjadi bentuk pemaksaan. Ia menegaskan Iran tidak akan menerima perundingan di bawah ancaman dan siap mengambil langkah lain jika diperlukan.Diketahui klaim Trump bahwa Iran telah menyerah dalam isu strategis juga dibantah keras oleh Teheran.Ketegangan meningkat setelah pernyataan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi terkait kemungkinan pelonggaran di Selat Hormuz. Trump justru menanggapi dengan mengklaim kemenangan dan menolak mencabut blokade.Dalam berbagai kesempatan, Trump mengeluarkan pernyataan yang saling bertolak belakang.Mulai dari ancaman militer hingga klaim bahwa Iran telah menyetujui berbagai tuntutan. Namun, tindakan Iran yang kembali menutup Selat Hormuz menunjukkan bahwa klaim tersebut tidak sesuai dengan kenyataan.Kritik juga datang dari pejabat Iran lainnya yang menilai Trump terlalu banyak berbicara."Dia terlalu banyak bicara." sebut Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh.Trump juga menyampaikan ancaman baru terkait kemungkinan aksi militer.Tetapi di saat yang sama menyebut Iran akan tetap hadir dalam perundingan. Sikap yang berubah-ubah ini semakin memperumit situasi diplomatik.Teheran ingin memastikan bahwa setiap perjanjian yang dibuat tidak dapat dilanggar secara sepihak.Dengan kondisi yang terus berubah dan minim kepercayaan, prospek kesepakatan damai masih belum pasti. Iran kini cenderung mengambil posisi defensif dan selektif dalam setiap langkah diplomasi. (*)Artikel ini telah tayang di The Guardian dengan judul ‘He talks too much’: how Trump’s erratic commentary is the real block to an Iran dealhttps://www.theguardian.com/us-news/2026/apr/21/trump-one-man-whatsapp-group-diplomacy-derailing-peace-talksProgram: Live UpdateHost: Isti Ira Kartika SariEditor Video: Aditya Wisnu Wardana, Rifqi Khusain#viory #Trump #Iran #Geopolitik #SelatHormuz #AmerikaSerikat #Diplomasi #TimurTengah #HormuzStrait #PolitikInternasional #KrisisGlobal #April2026 #BreakingNews