Pura-pura Tanya Keberadaan Ayah Korban, Pria di Batang Lecehkan Pelajar SMP saat Rumah Sepi
rika irawati April 22, 2026 05:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG – Dua warga Kecamatan Bawang, Kabupaten Bawang, Jawa Tengah, melapor ke polisi atas dugaan percabulan.

Satu di antaranya, masih pelajar SMP.

Kasus ini diungkap Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ipda Maulidya Nur Maharanti, Rabu (22/4/2026).

"Korban masih duduk di bangku SMP dan saat kejadian berada di rumah tanpa pendamping orangtua."

"Pelaku diduga masuk dengan alasan mencari ayah korban, namun kemudian melakukan perbuatan tidak pantas di area sensitif korban," kata Maulidya di kantornya.

Baca juga: Capaian Bupati Batang Turunkan Berat Badan 30 Kg : Biar Istri gak Nyari yang Lain

Orangtua yang mendapat cerita dari korban kemudian melaporkan kejadian ini ke polisi.

Pada hari yang sama, korban pelecehan ini langsung menjalani visum di RSUD Batang guna kepentingan pembuktian. 

Hasil visum tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam proses hukum lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan adanya lebih dari satu korban dengan pelaku yang sama. 

Satu di antara korban lain sudah dewasa dan baru berani berbicara setelah muncul korban berikutnya.

"Untuk saat ini, kami sudah memeriksa saksi-saksi."

"Jika alat bukti sudah cukup, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai hukum yang berlaku," janjinya.

Baca juga: Kabar Baik bagi Guru PAUD di Batang, Bupati Faiz Siapkan Gaji 13 yang Segera Dibagikan

Pihak kepolisian juga masih mendalami kemungkinan adanya korban lain dalam kasus ini. 

Maulidya masih enggan membongkar identintas pelaku.

Dia hanya memastikan, pelaku yang telah diketahui kini dalam pemantauan.

Beri Pendampingan

Maulidya mengatakan, dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, pihaknya juga memberi pendampingan.

"Kami libatkan pendamping dari dinas sosial dan psikolog untuk memastikan kondisi mental korban tetap terjaga," katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran lingkungan, terutama sekolah, untuk tidak memperburuk kondisi korban.

"Jangan sampai korban justru mengalami perundungan. Itu akan menambah beban psikologis mereka," katanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.