Satu Dekade Ruas Jalan Wates-Metro Rusak Parah, Warga Sebut bak Kolam Saat Hujan
Reny Fitriani April 22, 2026 07:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah – Warga Kampung Untoro, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah, mengeluhkan kondisi ruas jalan Wates–Metro yang mengalami kerusakan parah selama bertahun-tahun.

Hal itu diceritakan salah satu warga, Abdul Kafi, saat diwawancarai di tengah groundbreaking jalan Wates-Metro oleh Pemprov Lampung, Rabu (22/4/2026). 

Abdul mengatakan kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung sangat lama, bahkan lebih dari satu dekade tanpa perbaikan berarti.

“Sudah lama banget rusaknya, lebih dari 10 tahun. Selama ini ya rusak terus, pernah diperbaiki tapi ya rusak lagi," Ujarnya. 

Ia menjelaskan, kerusakan jalan terjadi hampir di sepanjang ruas, mulai dari wiladariBedeng 20 hingga menuju Wates.

Baca Juga: Groundbreaking Ruas Wates-Metro, Gubernur: Pekerjaan Harus Sesuai Standar

Menurutnya, kondisi jalan akan semakin parah ketika hujan turun. 

Genangan air menutup seluruh permukaan jalan hingga menyerupai kolam.

“Kalau hujan itu bukan becek lagi, tapi jadi kolam. Airnya rata, nutup semua jalan,” katanya.

Abdul Kafi menambahkan, mayoritas masyarakat di wilayah tersebut bekerja sebagai petani, sehingga akses jalan sangat vital untuk aktivitas ekonomi warga.

Selain itu jalan lintas tersebut juga merupakan jalan tercepat dari jalan lintas Barat ke jalan lintas timur. 

Alhasil tingginya intensitas kendaraan bermuatan berat yang melintas diduga menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan.

“Banyak kendaraan muatan besar lewat sini, dari jalan lintas timur ketika ke luar ke jalan lintas barat banyak mobil tronton atau fuso besar lewat sini. Selain itu mobil muatan seperti singkong, sawit, sampai gaber (ampas singkong). Itu sekali angkut bisa sampai 40 ton," jelasnya.

Dengan dibangunnya jalan rigit beton dia berharap jalan tersebut dapat bertahan lama. 

"Alhamdulillah ini dibangun dan rigit beton. Warga juga siap merawat drainase," katanya. 

Gubernur Lampung turun langsung melakukan groundbreaking pembangunan jalan provinsi di Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (22/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, gubernur bersama jajaran Pemprov Lampung, Wali Kota Metro, dan Bupati Lampung Tengah melakukan pengecekan spesifikasi pada dua ruas strategis, yakni ruas Wates–Metro dan Kota Gajah (Punggur)–Metro.

Kehadiran gubernur di lokasi bukan sekadar seremoni. 

Ia menegaskan ingin memastikan kualitas pembangunan benar-benar sesuai spesifikasi, sekaligus menekankan pentingnya perawatan jalan setelah selesai dibangun.

Di hadapan UPTD dan kontraktor, gubernur berulang kali mengingatkan agar seluruh proses pekerjaan dilakukan sesuai prosedur.

“Konsultan juga, setiap proses harus dicek. Tahapan pekerjaan harus sesuai standar, supaya jalan yang dibangun tidak cepat rusak,” tegasnya.

Ia juga menyoroti masih banyaknya persoalan klasik seperti drainase yang tidak berfungsi, bahu jalan yang belum rapi, hingga tumbuhan liar yang dibiarkan.

Gubernur menargetkan sebelum musim hujan tiba, seluruh persoalan tersebut sudah dituntaskan.

“Saya ingin sebelum musim hujan tidak ada lagi air tergenang di jalan. Bahu jalan dibersihkan, saluran diperbaiki, jangan sampai air merusak jalan yang baru dibangun,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga meminta aparat di daerah bersikap tegas terhadap pelanggaran, seperti pembangunan yang menutup saluran air.

“Tidak boleh ada yang menutup drainase atau membangun di luar garis. Kalau itu terjadi, dampaknya masyarakat sendiri yang kena banjir,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, gubernur juga menyoroti kendaraan bertonase besar yang melintas di ruas jalan provinsi dan mempercepat kerusakan jalan.

Ia menegaskan kendaraan berat tetap boleh melintas, namun harus diimbangi dengan peningkatan kualitas jalan, termasuk penggunaan konstruksi beton.

“Jalan ini selalu dilalui kendaraan berat, maka harus dirigit beton supaya lebih kuat,” tambahnya.

Anggaran Rp 306 Miliar untuk 8 Paket Jalan

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung, M Taufiqullah, mengatakan pemprov Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp 306,025 miliar untuk penanganan jalan sepanjang 30,40 kilometer yang terbagi dalam 8 paket pekerjaan.

“Langkah ini untuk meningkatkan indeks kemantapan jalan provinsi di Lampung Tengah dari 89,15 persen pada 2025 menjadi 96,03 persen pada akhir 2026,” ujarnya.

Dari delapan paket pekerjaan tersebut, dua ruas menjadi perhatian utama, yakni Metro–Kota Gajah dan Wates–Metro. Keduanya menggunakan metode rigid pavement atau perkerasan beton guna meningkatkan daya tahan jalan.

Ruas Metro – Kota Gajah (Link 018) memiliki panjang 14,222 km. 

Meski tingkat kemantapannya sudah mencapai 94,37 persen, tetap dilakukan rekonstruksi sepanjang 420 meter dengan target peningkatan menjadi 95,78 persen.

Sementara ruas Wates – Metro (Link 027) mendapat penanganan signifikan dengan nilai kontrak Rp 14,67 miliar. 

Proyek ini menargetkan perbaikan sepanjang 1.345 meter dalam waktu 180 hari kalender, dengan proyeksi peningkatan kemantapan dari 75,63 persen menjadi 80,97 persen.

Kondisi Jalan dan Dampak Ekonomi

Berdasarkan data 2025, total panjang ruas jalan provinsi di Lampung Tengah mencapai 270,214 km yang terdiri dari 12 ruas.

Adapun rinciannya, kondisi baik: 208,213 km,  Kondisi sedang: 32,686 km, Rusak ringan: 7,3 km, Rusak berat: 22,015 km. 

Perbaikan infrastruktur ini diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama pada sektor, Pertanian jagung dan padi. Produksi ubi kayu. Pertambangan batu dan pasir. Industri batu bata dan genteng. 

Saat ini, lanjutnya dari total 8 paket pekerjaan, sebanyak 5 paket telah terkontrak, sementara 3 paket lainnya masih dalam proses lelang.

"Kita berharap masyarakat dapat bersabar selama proses pengerjaan berlangsung, demi terciptanya jalan yang lebih baik, aman, dan nyaman untuk jangka panjang," pungkasnya. 

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.