- Menteri Koordinator (Menko) Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan perluasan jaringan kereta api nasional bisa mengurangi emisi karbon secara signifikan di sektor transportasi darat.
Hal ini disampaikan AHY usai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Pengembangan Jaringan Kereta Api Nasional di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
"Dari sektor transportasi, subsektor transportasi darat yang didominasi oleh kendaraan-kendaraan pribadi, termasuk juga kendaraan bermotor, ini berkontribusi 89 persen terhadap emisi karbon. Sedangkan kereta itu kurang dari satu persen," kata AHY.
Menurut dia, dengan beralih ke moda kereta api, beban berat yang selama ini dipikul oleh infrastruktur jalan raya dapat berkurang, sekaligus menurunkan biaya transportasi logistik di berbagai daerah.
Meskipun kereta api memiliki potensi besar dalam menekan emisi, AHY mengungkapkan adanya fenomena under investment atau kurangnya alokasi investasi pada sektor ini dibandingkan pembangunan jalan raya.
Untuk memperluas jaringan sepanjang 14.000 kilometer hingga tahun 2045, pemerintah menaksir kebutuhan dana mencapai Rp 1.200 triliun.
AHY menyebut anggaran tersebut akan bersumber dari kombinasi APBN, APBD, serta skema pembiayaan kreatif.