‎Musda ke-X Golkar Malteng Molor dari Rencana, Peserta Diprediksi Bertahan Lama di Kota Masohi 
Fandi Wattimena April 22, 2026 07:49 PM

‎Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎‎MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Dinamika Musyawarah Daerah (Musda) ke-X Partai Golkar Maluku Tengah kian menarik perhatian publik.‎

‎Forum Musda yang berlangsung Rabu (22/4/2026) siang, mendapat begitu banyak interupsi dari para peserta Musda. 

‎Alhasil Musda yang direncanakan bakal selesai dalam sehari diprediksi molor dari rencana tersebut. Pasalnya sekira pukul 19.00 WIT forum Musda ke-X Golkar Maluku Tengah diskorsing oleh pimpinan sidang hingga selesai waktu Shalat Isya.

‎‎Para peserta yang berasal dari pengurus Golkar Provinsi hingga pengurus tingkat Kecamatan kemungkinan akan bertahan lama di Kota Masohi sebagai pusat dihelatnya hajatan lima tahunan itu. 

‎‎Kepada awak media, Ketua Pantia Musda ke-X Golkar Maluku Tengah, Ishak Sitaniapessy mengatakan, sesuai pertimbangan pengurus DPD Provinsi bahwa Musda tidak boleh dihelat malam makanya hari ini digelar pada siang hari.

‎‎"Makanya ini kami akan menginformasikan DPD I, karena semua kembali ke kesiapan Panitia," ujar Sitaniapessy.‎

‎Sitaniapessy menyebut, kesiapan Panitia menggelar Musda dalam jangka waktu satu hari saja, olehnya itu panitia akan berkoordinasi dengan DPD Golkar Provinsi Maluku.‎

‎Dirinya menuturkan, jika situasi tidak memungkinkan forum ini dilanjutkan malam hari, maka otomatis akan dilanjutkan pada keesokan harinya.

‎Lantaran Musda masih berada di  tahapan Pleno I, dan sementara diskorsing, dimana forum masih berkutat pada verifikasi SK Pengurus organisasi yang didirikan.

‎"Kita berdebat tadi ini soal verifikasi SK Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), ini kan ada tiga kubu ni," tukas Sitaniapessy.

‎Dirinya berharap Musda ke-X Golkar Maluku Tengah ini berakhir dengan cepat agar tidak membebani panitia.

‎"Kemarin kita minta pertimbangan pengurus provinsi tentang biaya, lalu mereka memberikan pertimbangan untuk kita sewa gedung saja. Sedangkan kamar-kamar hotel ini tidak lagi," imbuh Sitaniapessy.‎

‎Ia juga menyebut sejumlah peserta terancam tak memiliki tempat tinggal, akibat molornya waktu Musda dari perencanaan.

‎‎"Jadi teman-teman ini tidak tahu mau tinggal dimana sekarang, karena pertimbangan biaya. Setelah ini saya mau koordinasi ulang dengan DPD Golkar Provinsi bagaimana kelanjutannya, bagaimana biayanya," tutup Sitaniapessy.

‎‎Sebagaimana diketahui, tiga kandidat lolos penjaringan Bakal Calon Ketua Partai Golkar Maluku Tengah.‎

‎Mereka diantaranya, Hasan Alkatiri, Rusbani Silawane, dan Temi Talaohu. Para Bacalon Ketua Golkar Maluku Tengah ini telah mendaftarkan diri ke Panitia Musda ke-X yang dibuka pada 17 April 2026 sampai dengan 20 April 2026.

Baca juga: Kedapatan Bawa Sajam dan Bom Pipa Rakitan, Dua Pemuda Diamankan Polisi

Baca juga: Kasus Pembunuhan Nus Kei Naik Tahap Penyidikan, Polisi Kirim SPDP ke Kejari Maluku Tenggara

‎‎Membuka musyawarah, Ketua DPRD Golkar Maluku Tengah, Rudolf Lailossa, dan Sekretaris, Hasan Alkatiri.

‎‎Musda ke-X Golkar Maluku Tengah berlangsung di Kecamatan Amahai, Maluku Tengah, tepat di Lounussa Beach Resort, Rabu (22/4/2026).

‎‎Pantauan TribunAmbon.com di lokasi Musda ke-X dibuka sekira pukul 12.30 WIT, namun baru berjalan 30 menit atau sekitar pukul 12.53 WIT, sudah lebih dari lima peserta yang menyampaikan interupsi sesaat setelah forum dibuka.

‎‎Sampai pada tahapan pengesahan jadwal acara sidang, Hasan Alkatiri yang membacakan jadwal acara diinterupsi oleh peserta sidang yang menanyakan Surat Keputusan (SK) pengurus Partai Golkar tingkat kecamatan. 

‎‎"Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, Musyawarah Daerah ke-X Golkar Kabupaten Maluku Tengah, menimbang dan seterusnya.... mengingat dan seterusnya... memperhatikan saran dan pembahasan yang berkembang dalam pembahasan jadwal acara pada Rapat Paripurna ke-X Musyawarah Daerah Golkar Kabupaten Maluku Tengah tahun 2026," ujar Hasan Alkatiri saat membacakan jadwal sidang. 

‎Di Tengah suasana interupsi yang hampir memanas, Ketua DPD Golkar Maluku Tengah, Rudolf Lailossa berhasil meredakan situasi dengan mengajak seluruh peserta menjaga situasi  tetap kondusif dalam bingkai kekeluargaan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.