TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya bertemu dan berbincang dengan bu Atun, bu guru SMAN 1 Purwakarta yang viral karena diledek sembilan siswanya.
Beberapa menit mengobrol dengan bu Atun, Dedi Mulyadi mengurai kekagumannya pada guru PKN tersebut.
Gubernur yang karib disapa KDM itu menyebut bahwa bu Atun adalah guru baik yang berbakat membimbing murid-muridnya.
Karenanya, KDM pun tak ragu memberikan uang tabungan puluhan juga untuk bu Atun.
Namun bu Atun mengaku ogah menikmati uang pemberian dari KDM.
Apa alasannya?
Diwartakan sebelumnya, viral video siswa kelas 11 mengacungkan jari tengah seraya mengolok-olok bu Atun.
Akibat viralnya video tersebut, sembilan siswa tersebut dihukum kerja sosial yakni membersihkan sekolah selama tiga bulan.
Sementara para siswa diberikan hukuman, bu Atun mengurai responnya.
Alih-alih kesal atau dendam, bu Atun justru mengaku telah memaafkannya.
Mendengar pengakuan bu Atun, KDM pun mengetesnya.
KDM menyebut bakal memberikan hukuman kepada para siswa yang bersikap tak sopan tersebut.
Tak setuju, bu Atun lantas menyebut bahwa ia yakin anak muridnya pasti akan berubah menjadi sosok lebih baik.
"Ibu kenapa memaafkan? dihukum aja harusnya mah," tanya KDM.
"Jangan atuh pak ya Allah. Itu kasihan generasi masih panjang, waktunya dia untuk ngeubah berubah baik, yang salah enggak selamanya salah, yang nakal enggak selamanya nakal, apalagi didukung maaf dan doa saya, insya Allah mudah-mudahan doa saya dikabul oleh Allah," ungkap bu Atun.
"Saya sangat memaafkan, supaya mereka menjadi anak-anak yang berakhlak, memahami kesalahan," sambungnya.
Melihat kebaikan hati bu Atun, KDM pun memberikan uang tabungan puluhan juta.
"Ibu punya tabungan enggak di BJB?" tanya KDM.
"Punya," jawab bu Atun.
"Saya nambahin tabungan ibu Rp25 juta hari ini," pungkas KDM.
"Masya Allah, terima kasih banyak pak," ucap bu Atun.
Namun diungkap bu Atun, uang pemberian KDM itu tidak akan ia nikmati.
Bu Atun bakal memberikan uang dari KDM tersebut untuk anak yatim.
Ternyata selama ini bu Atun punya yayasan yatim piatu.
Untuk diketahui, bu Atun belum menikah dan tidak memiliki anak.
Hal itulah yang lantas membuat KDM kagum kepada bu Atun.
"Tapi saya niatkan niat baik bapak menjadi ganda. Rp25 juta akan saya sumbangkan kepada yayasan yatim yang saya bina. Karena saya punya yayasan yatim di depan saya," ujar bu Atun.
"Oke kalau gitu serahin tunai aja," pungkas Dedi.
Baca juga: Dedi Mulyadi Semringah Lihat Kondisi Siswa Purwakarta yang Ledek Guru, Juni Bakal Ikut Barak Militer
Lebih lanjut, bu Atun pun meminta doa kepada Dedi.
Yakni bu Atun ingin dapat ridho dari Allah SWT.
"Boleh langsung ke yayasannya aja," ucap bu Atun.
"Enggak, sama ibu aja. Ini saya kasih ke ibu, sama ibu dikasih ke yayasan yatim," ujar Dedi.
"Tapi keutamaannya bapak adalah mendapatkan dua kali kebaikan, bapak niat baik kepada saya, saya sumbangkan," imbuh bu Atun.
"Saya titipkan Rp25 juta, karena ternyata saya bertemu orang baik," timpal Dedi.
"Doakan saya pak, mudah-mudahan dapat ridho Allah dan menjadi hamba yang mulia. Karena itu yang saya banggakan dalam hidup saya," pungkas bu Atun.