Warga Kota Kupang Keluhkan Kenaikan Harga LPG 12 Kg, Bebani Pengeluaran Rumah Tangga
Oby Lewanmeru April 22, 2026 10:44 PM

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Warga Kota Kupang mengeluh dengan kenaikan harga LPG 12 Kg yang dinilai membebani pengeluaran rumah tangga.

Salah satu warga Kelurahan Sikumana, Kota Kupang Henny Janu mengatakan kenaikan harga LPG membebani pengeluaran kebutuhan sehari-hari.

Henny mengaku, harga gas LPG yang biasa ia beli mengalami kenaikan tajam dalam waktu singkat.

“Kami menggunakan tabung gas elpiji yang 12 kg. Kenaikan harga gas LPG ini lumayan tinggi,” kata Henny saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Rabu (22/4/2026).

Baca juga: Distribusi Tak Merata, Pengamat Undana Soroti Kelangkaan LPG di NTT

Henny menyebut, sebelumnya ia membeli gas LPG 12 kg dengan harga Rp 245 ribu, tapi pada tanggal 1 April 2026 harga gas naik menjadi Rp 300 ribu. 

“Sebelumnya saya beli dengan harga Rp 245 ribu, tapi pas tanggal 1 April kemarin saya beli dengan harga Rp 300 ribu. Biasanya kami pakai dalam waktu 2,5 bulan,” ujarnya.

Menurut Henny, kondisi ini membuat pengeluaran rumah tangga menjadi semakin berat.

Ia juga membandingkan penggunaan LPG dengan minyak tanah yang dinilai lebih murah, namun tidak lagi menjadi pilihan utama.

“Saya merasa harga gas LPG ini sangat mahal dibandingkan dengan minyak tanah. Tapi kami tidak ada pilihan lain, kami tetap harus menggunakan elpiji karena mudah dalam penggunaannya dan praktis,” ucapnya.

Henny berharap, pemerintah dapat mengambil langkah untuk menstabilkan harga LPG di pasaran agar lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Saran saya agar harga elpiji ini bisa kembali seperti sebelumnya dan juga kita tidak susah untuk memperoleh gas elpiji,” tutupnya. (mey)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.