Dua Kali Mobil-mobil Aset Sritex Sukoharjo Dilelang, Ribuan Mantan Karyawan Belum Terima Hasil
rika irawati April 22, 2026 11:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SUKOHARJO - Kurator PT Sri Rejeki Isman (Sritex) Sukoharjo, Jawa Tengah, dua kali menjual mobil dan alat transportasi lain perusahaan dalam lelang.

Namun, hingga kini, hasil lelang belum diungkap atau dibagikan kepada mantan karyawan yang menunggu pembayaran pesangon dan tunjangan hari raya (THR).

Koordinator Forum Eks Karyawan Sritex, Agus Wicaksono mengungkapkan, lelang yang telah dilakukan kurator sejauh ini masih terbatas pada aset kendaraan.

Ia menilai, hasil dari dua kali lelang tersebut belum mampu memberikan dampak berarti.

"Kalau kita bicara khusus Sritex, memang baru ada lelang kendaraan."

"Sudah dua kali dilakukan, tetapi hasilnya kurang memuaskan atau tidak signifikan,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Baca juga: Bos Sritex Dituntut 16 Tahun Penjara, Jaksa Minta Ganti Rugi Rp 1,3 Triliun

Hasil Tak Maksimal

Agus menjelaskan, pada lelang pertama, hanya terdapat lima unit kendaraan yang dijual.

Sementara, pada lelang kedua, jumlahnya sedikit meningkat menjadi enam unit.

Hanya saja, nilai total hasil penjualan tersebut tak maksimal.

Ia menyebut, pada lelang pertama, terdapat satu kendaraan dengan nilai cukup tinggi yang berhasil terjual, yakni sekitar Rp850 juta.

Dia memperkirakan, total hasil lelang pertama mendekati Rp1 miliar.

Sementara, untuk lelang kedua, ia tidak mengetahui secara pasti.

Namun, kendaraan yang dilelang tergolong dalam kategori harga menengah.

"Lelang kedua, ada enam unit, tapi saya tidak melihat total nilainya."

"Itu mobil-mobil dengan harga menengah."

"Secara keseluruhan, dua kali lelang ini belum signifikan hasilnya," jelasnya.

Baca juga: Hampir Setahun Belum Terima Pesangon dan THR, Eks Buruh Sritex Minta PN Semarang Evaluasi Kurator

Saat ini, pihaknya masih menunggu pelaksanaan lelang tahap ketiga.

Dia berharap, hasil lelang ketiga bisa lebih maksimal sehingga membawa kabar bahagia untuk karyawan.

Eks karyawan juga mendorong adanya transparansi dari kurator terkait proses dan hasil penjualan aset, mengingat hal tersebut berkaitan dengan hak-hak yang masih dinantikan.

"Kami berharap, ke depan, bisa lebih baik lagi, baik dari jumlah aset yang dilelang maupun hasil yang diperoleh," harapnya. (Tribunsolo.com/Anang Maruf Bagus Yuniar)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.