9 Siswa SMAN 1 Purwakarta Ledek Guru, Dedi Mulyadi Tindak Tegas sampai Akan Dikirim ke Barak Militer
Fidiah Nuzul Aini April 23, 2026 12:34 AM

Grid.ID -Sebanyak 9 siswa SMAN 1 Purwakarta kepergok ledek guru. Dedi Mulyadi langsung tindak tegas sampai akan dikirim ke barak militer.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi SMAN 1 Purwakarta, sekolah yang sempat viral usai 9 siswanya mengolok-olok guru PKN, Selasa (21/4/2026). Kedatangan Dedi Mulyadi ke sekolah tersebut untuk menengok kondisi siswa-siswi yang dihukum akibat aksi tersebut.

Ada 9 siswa SMAN 1 Purwakarta ledek guru, Dedi Mulyadi langsung tindak tegas. Murid-murid tersebut akan dikirim ke barak militer.

Sebelumnya, sembilan siswa yang terlibat dalam aksi mengejek guru itu sempat direncanakan mendapat sanksi skorsing atau dipulangkan sementara dari sekolah, namun keputusan tersebut akhirnya dibatalkan. Sebagai pengganti, pihak sekolah memilih memberikan hukuman berdasarkan usulan Dedi Mulyadi, yakni melakukan kerja sosial di lingkungan sekolah, termasuk tugas membersihkan toilet.

Selain diwajibkan menjaga kebersihan sekolah setiap hari selama tiga bulan, kesembilan siswa tersebut juga akan mendapatkan pembinaan dari guru bimbingan konseling (BK).

Dedi Mulyadi kemudian meninjau langsung kondisi SMAN 1 Purwakarta. Dalam kunjungannya, ia juga melihat aktivitas para siswa yang sebelumnya viral karena mengolok-olok guru mereka.

Terlihat delapan siswa sedang mengaji, sementara satu siswa lainnya tengah membaca Alkitab. Pemandangan tersebut membuat Dedi Mulyadi merasa senang.

Diketahui, siswa yang terlibat dalam kasus tersebut terdiri dari tiga laki-laki dan enam perempuan.

Dedi Mulyadi juga menanyakan latar belakang para pelaku perundungan tersebut. Mereka diketahui diterima di sekolah melalui jalur yang berbeda, seperti zonasi, prestasi, dan afirmasi.

Guru BK menjelaskan bahwa kesembilan siswa tersebut berasal dari keluarga yang utuh, harmonis, serta memiliki kondisi ekonomi menengah ke atas.

"Di rumahnya mereka (anak-anak yang olok guru) tidak ada problem psikologi?" tanya Dedi Mulyadi.

"Enggak ada," jawab guru BK.

"Enggak ada problem keluarga?" tanya Dedi Mulyadi.

"Enggak ada," imbuh guru BK.

"Problem ekonomi?" tanya Dedi Mulyadi lagi.

Guru BK pun menyebut sebagian besar orang tua para pelaku mampu. Mereka punmenyesali perbuatan anaknya.

Mulai Dibina

Guru BK mengungkapkan, para siswa pelaku perundungan pada guru BK tersebut sudah mulai dibina sejak Senin (20/4/2026).

"Tadi mereka datang pagi bersih-bersih dulu, setelah bersih-bersih mereka ngaji bareng temannya, mereka tadarus satu hari satu juz dibagi bersembilan. Yang satu kristen, dia bawa al kitab sendiri," ungkap guru BK.

Guru BK SMAN 1 Purwakarta tersebut pun mengungkapkan, orang tua para siswa yang dihukum justru senang dengan hukuman yang disarankan Dedi Mulyadi.

"(Orangtua) sangat bersyukur dengan aturan yang ada di sini," ujar guru BK.

Menurut sang guru, hukuman tersebut bisa menjadi kebiasaan baik bagi siswa-siswi tersebut.

Sempat Terkejut dan Direncanakan Dikirim ke Barak

Ternyata, para siswa yang menjalani sanksi atas tindakan perundungan yang mereka lakukan sempat mengalami keterkejutan.

Hal itu disampaikan oleh guru BK SMAN 1 Purwakarta. Selain merasa terkejut, para siswa tersebut juga sempat mengalami kondisi mental yang menurun.

"Sekarang sudah kuat, hadapi kembali," ujarnya.

Dedi Mulyadi pun menekankan pentingnya pembinaan bagi para siswa.

"Mereka kan harus dibina, harus mengajar yang tidak baik jadi yang baik," jelas Dedi.

Diungkap Dedi, sembilan murid tersebut nantinya akan dibina di barak militer.

"Nanti bulan Juni mereka ikut program barak militer, nanti bareng ketua osis yang sekarang," ujar Dedi. Barak militer yang dipilih Dedi Mulyadi adalah markas Marinir di Jakarta.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.