Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Sebanyak 150 personil TNI AD dari Kodim 1602 Ende siap membuka harapan baru bagi warga di pelosok Kabupaten Ende tepatnya di Desa Fataatu Timur dan Aelipo serta tujuh desa lainnya di wilayah Kecamatan Wewaria melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 tahun 2026.
Melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 tahun 2026, akan dibangun jalan sepanjang 3 km yang menghubungkan dua desa di wilayah itu terutama Desa Fataatu Timur dan Desa Aelipo.
Ratusan aparat TNI baik dari unsur AD, AU dan AL serta Polri yang ikut dalam dalam apel pembukaan TMMD ke-128 disambut hangat oleh masyarakat hingga pelajar di wilayah itu.
Apel pembukaan TMMD ke-128 di Lapangan Apel SMPN Detu Nggali, Rabu (22/4/2026) dihadiri Wakil Bupati Ende, drg Dominikus Minggu Mere, Dandim 1602 Ende Dandim 1602/Ende Letkol Inf Dwi Harry Wibowo, S.E., M.M.Si, Kasdim 1602/Ende Mayor Inf Andi Indrawan, unsur Forkopimda, jajaran TNI-Polri, instansi pemerintah daerah, pelajar SD dan SMP hingga masyarakat.
Baca juga: Program TMMD, TNI Perbaiki Jalan Sepanjang 4400 Meter di Werang Sikka
Dandim 1602/Ende Letkol Inf Dwi Harry Wibowo, S.E., M.M.Si, usai apel pembukaan TMMD ke-128 mengatakan, program TMMD ke-128 yang dilaksanakan Kodim 1602 Ende yakni dengan membuka jalan sepanjang 3 km dari Desa Aelipo menuju Desa Fataatu Timur.
"Pertimbangan kami adalah dan atas komunikasi kami dengan pemerintah daerah, bahwa kami melihat disini sempat viral, tidak adanya jembatan, anak-anak bisa tidak bisa lewat saat pergi ke sekolah sehingga salah satu upaya dari Pemda bekerja sama dengan TNI dan Forkopimda adalah supaya ada pembukaan jalan sehingga masyarakat bisa memobilisasi hasil buminya dan anak-anak juga bisa ke sekolah dengan aman," ujar Letkol Inf Dwi Harry Wibowo.
Selain pengerjaan jalan, personil Kodim 1602 Ende juga akan membangun MCK di sekolah-sekolah, pekerjaan sumur bor serta kegiatan penghijauan.
Sementara itu, Wakil Bupati Ende selaku Inspektur upacara dalam sambutannya menegaskan, program Tentara Manunggal Membangun Desa merupakan salah satu bentuk sinergitas yang nyata antara Pemerintah Daerah, TNI, dan masyarakat dalam rangka mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.
Program ini, kata dia, tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menyentuh aspek nonfisik, termasuk peningkatan wawasan kebangsaan, semangat gotong royong, serta pemberdayaan masyarakat.
"Melalui TMMD ini, kita tidak hanya membangun jalan, jembatan, atau fasilitas umum lainnya, tetapi juga membangun harapan, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan semangat kebersamaan. Ingatlah, desa yang maju bukan hanya karena sumber daya alamnya, tetapi karena sumber daya manusianya yang berdaya, kreatif, dan pantang menyerah. Jangan pernah ragu untuk bermimpi besar,karena dari desa inilah masa depan bangsa ini dibangun," tegas Wabup Domi Mere.
Pada kesempatan itu, Ia juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian dalam membantu pemerintah daerah serta masyarakat.
"Semoga kemanunggalan TNI dengan rakyat semakin kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan," ujarnya.
Ia berharap, kegiatan ini memberikan manfaat yang sebesarbesarnya bagi masyarakat.
"Dengan ini saya nyatakan, Kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kecamatan Wewaria secara resmi dibuka," ujarnya mengakhiri sambutannya. (Bet)