TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kampung Berumbung Baru, Kecamatan Dayun, kabupaten Siak yang berada di bangunan penangkaran burung walet menjadi sorotan.
Diketahui, dapur MBG ini sudah beroperasi lebih 5 bulan.
Informasi ini mencuat setelah warga melaporkan aktivitas dapur MBG yang berada di lantai dasar bangunan penangkaran burung walet itu.
Baca juga: Target SPPG di Riau Hampir 100 Persen, Distribusi MBG Lebih Dari 1,5 Juta Penerima
Sementara bagian atasnya masih digunakan sebagai tempat budidaya sarang burung walet.
Keberadaan dapur tersebut dinilai berpotensi melanggar standar kebersihan dan keamanan pangan.
Pasalnya, lokasi yang menyatu dengan penangkaran walet dianggap memiliki risiko tinggi terhadap kontaminasi.
Dapur MBG tersebut dikelola oleh keluarga anggota DPRD Siak dari Fraksi PAN, Sunarto.
Ia mengakui bahwa dapur itu berada di bangunan miliknya, namun operasionalnya dikelola oleh anaknya.
“Sudah mengajukan pindah lokasi ke Teluk Merbau. Anak saya yang mengelola dapur itu, saya masih anggota DPRD,” kata Sunarto saat dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com, Rabu (22/4/2026).
Sunarto tidak terlalu mau menjelaskan caranya mendapatkan jatah untuk mengelola dapur MBG tersebut.
Ia bersikukuh mengatakan akan pindah dari lokasi itu.
Meski demikian, dapur tetap beroperasi. Hasil produksi tetap disalurkan ke siswa penerima manfaat.
Badan Gizi Nasional (BGN) juga dianggap kecolongan oleh warga sekitar selama ini.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Siak, Lisa Wahari, membenarkan bahwa izin pemindahan dapur tersebut sedang diproses.
Ia memastikan akan direalisasikan dalam waktu dekat.
“Dapur ini sudah dibuatkan surat perpindahannya Pak. Dalam waktu dekat akan pindah,” tegas Lisa.
Namun demikian, Lisa hanya diam saat ditanya terkait kecolongan.
Bahkan ia tidak bergeming saat ditanya dapur tersebut masih sesuai standar gizi dan kesehatan dari BGN.
Tentang MBG
MBG adalah singkatan yang paling sering merujuk pada Makan Bergizi Gratis, yaitu program prioritas pemerintah Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang diluncurkan secara resmi pada 6 Januari 2025.
Program ini bertujuan menyediakan makanan sehat dan bergizi secara gratis untuk kelompok rentan, guna meningkatkan kualitas kesehatan dan sumber daya manusia (SDM) Indonesia, serta mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Sasaran Penerima
- Siswa mulai dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK
- Ibu hamil dan ibu menyusui
Isi Makanan
Makanan yang disajikan harus memenuhi standar gizi seimbang, biasanya terdiri dari :
- Karbohidrat (nasi/umbi-umbian)
- Lauk pauk (protein hewani/nabati)
- Sayuran
- Buah-buahan
Tujuan Utama
- Mengurangi angka stunting dan gizi buruk
- Meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh
- Membantu anak belajar lebih fokus dan optimal
- Memberdayakan ekonomi lokal dengan melibatkan petani, nelayan, dan UMKM dalam penyediaan bahan pangan.
Anggaran
Pada APBN 2025, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp71 triliun dengan target mencapai 19,47 juta penerima manfaat pada tahap awal.
( Tribunpekanbaru.com / Mayonal Putra )