Asah Sensitivitas Kemanusiaan, Butet Kartaredjasa Boyong Seniman Melukis di Rutan Polres Bantul
Yoseph Hary W April 23, 2026 01:14 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Budayawan Butet Kartaredjasa mengajak sejumlah seniman atau pelukis melukis di dalam ruang tahanan Polres Bantul, DI Yogyakarta, dengan pesan sosial yang mendalam yakni belajar berdemokrasi.

Butet berharap dengan kegiatan tersebut, para seniman dapat merasakan bagaimana rasanya menjadi orang lain. Berada di dalam ruang tahanan, sangat besar memiliki sentuhan kemanusiaan.

Ada sentuhan kemanusiaan

"Berada di situ pasti ada sentuhan kemanusiaan karena melihat orang-orang yang sedang apes. Ruangnya sangat terbatas, di balik kerangkeng itu ya mesakke (kasihan)," ucap Butet, usai melukis di ruang tahanan Polres Bantul, Rabu (22/4/2026)

Ia pun membawakan sejumlah makanan bergizi yang disebut-sebut bukan dari hasil maling, sehingga dapat membuat para tahanan merasa senang bagaimana menikmati makanan enak pada hari ini. 

Selain itu, Butet bersama rekan-rekannya menyempatkan diri untuk bernyanyi dan berjoget untuk mengurangi beban stres para tahanan. 

"Dari kawan-kawan seniman ini, baru satu orang saja yang pernah masuk melihat situasi tahanan itu. Lainnya belum pernah," jelasnya.

Karena rezim tidak mengajarkan nilai demokrasi

Menurutnya, ujung dari sikap ilmu demokrasi adalah manusia dan kemanusiaan. Ini adalah cara Butet mengajak seniman untuk mengasah sensitivitas kemanusiaan.

Ketika rezim tidak mengajarkan nilai-nilai demokrasi atau cenderung mengkhianati demokrasi, maka ia ingin mengasah sebagian kecil dari masyarakat yakni para seniman untuk tetap mempunyai sensinifitas manusia dan kemanusiaan.

Kendati begitu, kegiatan kali ini hanya dilakukan di bagian ruangan besuk dan tidak masuk ke dalam sel tahanan, sehingga tidak mengetahui secara pasti kondisi suasana di dalam tahanan tersebut.

"Tapi ya enggak apa-apa. Untuk kami adalah menyapa mereka. Saya yakin mereka pasti senang, ada orang yang tidak kenal sama saya tapi kok gelem (mau) datang menyapa dan membawa oleh-oleh," jelasnya.

Terasa dramatis

Seniman asal DIY, Bambang Heras, mengaku baru pertama kali melihat secara langsung lokasi tahanan walau hanya sampai ruang besuk tahanan. Kegiatan ini menjadi dramatis karena membangkitkan emosi dan empati ketika melihat orang yang berada di dalam tahanan.

"Ini mungkin pengalaman pertama saya melihat yang seperti ini. Kemudian harus mendokumentasi dengan cepat (melalui karya lukis)," tutur dia.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, kegiatan itu menjadi bagian mendorong motivasi hingga nasihat para tahanan agar dapat memperbaiki diri masing-masing.

"Selain memberikan motivasi dan nasehat, juga memberikan hiburan berupa bernyanyi bersama serta melukis para tahanan yang dilakukan oleh sejumlah pelukis yang datang bersama Bapak Butet," tandasnya.(nei)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.