TRIBUNMANADO.CO.ID - Warga Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara diminta tetap waspada gelombang tinggi.
Jarak antara Tondano Ibukota Kabupaten Minahasa ke Desa Bukit Tinggi 40,3 kilometer.
Pasalnya bencana gelombang pasang sempat terjadi di desa tersebut, Sabtu (18/4/2026)
Kejadian tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan parah.
Meski demikian, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Warga yang terdampak berhasil menyelamatkan diri saat gelombang tinggi mulai menghantam pesisir desa dan rumah-rumah.
Berdasarkan informasi warga gelombang pasang terjadi akibat cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Air laut naik secara tiba-tiba dan masuk ke permukiman warga, merusak bagian rumah serta perabotan.
“Tidak ada korban jiwa warga yang tinggal di pesisir berhasil menyelamatkan diri,” ujar
Jenly Suawa, salah satu warga saat dihubungi Tribun Manado, Com, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya,para warga yang terdampak lini telah dievakuasi ke lokasi yang aman serta telah mendapat bantuan.
“Aparat pemerintah bersama tim terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendataan serta membantu warga yang terdampak.
Sejumlah bantuan darurat juga sudah disalurkan kepada masyarakat yang terdampak akibat bencana ini,” tandasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Shandro A. Mogot, SE, Msi, mengatakan pihaknya telah mengeluarkan himbauan.
Pemerintah mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi gelombang pasang susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih belum stabil.
Warga yang tinggal di pesisir diminta untuk sementara waktu meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi jika terjadi peningkatan gelombang.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap siaga, terutama yang tinggal di wilayah rawan. Jika ada tanda-tanda gelombang tinggi, segera mencari tempat yang lebih aman,” tandasnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta terus memantau informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana lanjutan.
“Hingga saat ini, kondisi di lokasi mulai berangsur normal, namun aparat masih bersiaga untuk mengantisipasi perkembangan situasi,” pungkasnya. (FER)