Jadi Gubernur Jakarta di Era 5 Presiden, Sutiyoso Ungkap Tips Akur dengan Pemerintah Pusat
Jaisy Rahman Tohir April 23, 2026 07:53 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Sutiyoso punya pengalaman memimpin Jakarta yang tidak dimiliki selurug Gubernur Jakarta lainnya.

Bang Yos, biasa ia disapa, menjabat Gubernur Jakarta sejak 1997 hingga 2007, lima era presiden berbeda.

Karier kepemimpinannya dimulai di penghujung era Presiden Soeharto, lalu berlanjut ke masa pemerintahan Presiden B. J. Habibie yang penuh gejolak pasca-Reformasi.

Tak berhenti di situ, Sutiyoso tetap bertahan saat Indonesia dipimpin Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), kemudian era Presiden Megawati Soekarnoputri, hingga akhirnya menutup masa jabatannya di awal pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

SUTIYOSO BICARA DI RUANG JAKARTA - Gubernur Jakarta 1997-2007, Sutiyoso, bicara di podcast Ruang Jakarta, tayang perdana di Youtube @RuangJakartaPodcas, Selasa (21/4/2026). Sutiyoso bicara soal permasalahan para Gubernur yang menghambat pembangunan Jakarta.
SUTIYOSO BICARA DI RUANG JAKARTA - Gubernur Jakarta 1997-2007, Sutiyoso, bicara di podcast Ruang Jakarta, tayang perdana di Youtube @RuangJakartaPodcas, Selasa (21/4/2026). Sutiyoso bicara soal permasalahan para Gubernur yang menghambat pembangunan Jakarta. (TribunJakarta.com/Rizki Asdiarman)

Pria berlatar militer dengan pangkat Letnan Jenderal TNI itu, bisa lancar memimpin Jakarta, bahkan di masa sulit setelah Reformasi, dengan pergantian rezim pemerintah pusat yang berubah cepat.

Seperti diketahui, Jakarta sebagai Ibu Kota, sangat dekat berhubungan dengan pemerintah pusat. Tidak sedikit pembangunan infrastruktur di Jakarta yang harus mendapat restu kementerian.

Bang Yos mengungkapkan caranya memimpin Jakarta di lima era Presiden berbeda itu, yakni dengan menjaga fungsi Jakarta sebagai Ibu Kota.

"Bagaimana fungsi sebagai Ibu Kota negara, pusat pemerintahan ini tetap bisa saya jaga, Itu yang paling penting," kata Bang Yos saat bicara di Youtube podcast Ruang Jakarta membahas '5 Abad Jakarta', dikutip Kamis (23/4/2026).

Di sisi lain, Bang Yos juga mengakui, kedekatan pribadi dengan Presiden, menjadi salah satu kunci sukses memimpin Jakarta.

Bang Yos pun memaparkan kedekatannya dengan Soeharto hingga SBY.

"Kalau saya kebetulan gini ya, aku dekati secara pribadi. jadi ada kedekatan ya, mulai dari siapa aku enggak dekat, Pak Harto aku dekat. Lihat foto-foto di luar sana, banyak. Dengan Habibie apa lagi, naik motor bolak-balik bareng. Gus Dur juga bolak-balik diundang ngobrol yang lucu-lucu gitu kan bercanda-bercanda."

"Mbak Mega apa lagi, Mbak Mega juga sudah seringlah bertemu, makan bareng segala macam. Ke rumahku aja sudah pernah, ke kebunku
juga pernah gitu. Ke SBY apa lagi. Dulu kan aku sama dia kan, aku Panglima (Kodam Jaya) beliau Kasdam saya," papar Bang Yos.

"Kedekatan pribadi itu juga membantuah gitu," tambahnya.

Menurut Bang Yos, seorang Gubernur Jakarta haruslah pandai bergaul, termasuk dengan para pemangku kebijakan di pemerintah pusat.

"Harus lueslah orangnya, harus bisa bergaul dengan banyak pihak gitu," ujarnya.

Selain itu, Bang Yos juga menekankan, Gubernur Jakarta harus sejalan dengan Presiden.

"Ya kan Ibu Kota negara, dia indekos di sini gak bayar," pungkas pria 82 tahun itu sambil tertawa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.