WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU – Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar mengungkapkan bahwa penanganan ikan sapu-sapu di wilayahnya tidak hanya sebatas pembersihan, tetapi juga tengah dikaji untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak, salah satunya di Setu Babakan.
Muhammad Anwar menegaskan komitmennya dalam penanganan ikan sapu-sapu di sejumlah wilayah perairan, termasuk Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
“Kalau hulunya kami benahi, hilirnya akan lebih ringan. Pada hari pertama kami sudah mendapatkan 5,3 ton ikan sapu-sapu,” ujar Anwar, kepada wartawan, dalam acara Berdiskusi Kota dan Wartawan (Berkawan) di Ruang Gelatik I, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Rabu (22/4/2026).
Upaya tersebut, kata Anwar, dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak terkait.
Mulai unsur Pemerintah Kota Jakarta Selatan, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, kecamatan, kelurahan, hingga petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).
Adapun kegiatan tersebut dijadwalkan rutin setiap Selasa dan Jumat.
Baca juga: Berantas Ikan Sapu-sapu, Pemprov Jakarta Wacanakan Gandeng Bogor-Bekasi
"Ini betul-betul kami tunjukkan kerja profesional Pemerintah Kota Jakarta Selatan bersama dengan KPKP, kecamatan, kelurahan, PPSU. Dan tentunya kegiatan ini rutin kami lakukan setiap hari Jumat dan Selasa," tuturnya.
Sementara itu, langkah pengawasan terhadap peredaran siomay yang diduga menggunakan bahan ikan sapu-sapu oleh pedagang guna memastikan keamanan pangan bagi masyarakat turut melibatkan Dinas KPKP dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Kami harus bawa timnya dari KPKP yang betul-betul mengerti makanan ini kandungannya, BPOM juga, bener enggak ada kandungan ikan sapu-sapu," tutur dia.
Lebih lanjut, Pemerintah Kota Jakarta Selatan menegaskan pendekatan yang dilakukan tak bersifat mendadak atau represif dengan pemeriksaan secara terukur agar tidak merugikan para pedagang kecil.
"Jangan sampai kami entar main sergap aja akhirnya kasihan pedagangnya," kata eks Wali Kota Jakarta Timur itu.
Baca juga: Jaring Kali dan Waduk Serentak, Pemkot Jaktim Tangkap 1,83 Ton Ikan Sapu-sapu
Terkait metode pemusnahan, Anwar mengatakan pihaknya memperhatikan masukan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Ikan yang ditangkap dimatikan terlebih dahulu sebelum dikubur.
"Yang jelas MUI kan sudah mulai di medsos bicara, masa ikan hidup dikubur. Akhirnya kita punya pemikiran yang sama. Akhirnya sebelum kita kubur, kita bacok kepalanya kita matikan dulu baru kita kubur. Seperti kemarin yang saya lakukan hari Selasa kemarin di Setu Babakan," ucap Anwar.
Menurut Anwar, penanganan akan terus dilakukan hingga populasi ikan sapu-sapu di wilayah tersebut benar-benar hilang.
Ia menekankan pentingnya pembenahan dari hulu untuk mengurangi dampak di hilir.
"Sampai betul-betul enggak ada ikan itu, bersih. Ya kan kalau hulunya enggak dibenahin, hilirnya pasti banyak. Air kan dari hulu ke hilir ngalirnya kan," ujar dia.
Untuk jangka panjang, Pemerintah Kota Jakarta Selatan tengah mengkaji kemungkinan pemanfaatan ikan sapu-sapu sebagai pakan ternak.
Kajian tersebut saat ini dilakukan oleh Dinas KPKP.
"Nanti akan dipikirkan oleh Dinas KPKP. Sekarang dalam kajian. Saya bilang bisa enggak buat pakan ternak? Kan sayang, kalau bisa kan alangkah baiknya kalau bisa buat pakan ternak kan lumayan. Jadi enggak jadi sampah, ada manfaatnya untuk ternak-ternak," katanya. (m31)