Harga Dexlite Rp24.150 per Liter, Anggaran Damkar Palangka Raya Tertekan, Operasional Disesuaikan
Sri Mariati April 23, 2026 10:50 AM

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Sirene mobil pemadam kebakaran kerap menjadi penanda harapan saat warga menghadapi situasi darurat, mulai dari kebakaran hingga penyelamatan.

Di balik kesiapsiagaan itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Disdamkarmat Palangka Raya, menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana dan pelayanan keselamatan masyarakat.

Peran tersebut menuntut armada selalu siap bergerak kapan saja, dengan kebutuhan bahan bakar yang tidak sedikit dalam menunjang operasional harian.

Namun di tengah tuntutan pelayanan tersebut, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Dexlite kini menjadi perhatian tersendiri bagi dinas.

Plt Kepala Disdamkarmat Palangka Raya, Urianinu Napulangit, mengungkapkan, sebagian besar kendaraan operasional bergantung pada BBM jenis tersebut.

“Sekitar 80 persen kendaraan pelayanan, baik penyelamatan maupun pemadaman, menggunakan Dexlite,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, sempat terjadi kekosongan BBM di awal kenaikan harga akibat meningkatnya permintaan masyarakat. Namun, saat ini pasokan di SPBU sudah kembali terpenuhi.

“Memang pada awal-awal kondisi ini wajar, mungkin masyarakat panik sehingga beberapa kali kosong. Tapi sampai saat ini tetap bisa dipenuhi oleh SPBU,” katanya.

Menurutnya, persoalan utama yang dihadapi bukan pada ketersediaan, melainkan kenaikan harga yang cukup signifikan.

“Memang yang jadi permasalahan bukan hanya ketersediaan, tetapi kenaikan harga itu yang menjadi pencermatan kami,” tegasnya.

Sebelumnya, harga Dexlite berada di kisaran Rp14 ribuan per liter. Kini, harga tersebut telah mencapai Rp24.150 per liter.

Kenaikan ini memengaruhi perhitungan anggaran operasional yang telah disusun dalam satu tahun.

“Jelas itu akan berpengaruh kepada kemampuan penyediaan bahan bakar. Bukan dari SPBU-nya, tapi kemampuan kita untuk membeli di dinas,” jelasnya.

Sebagai bentuk penyesuaian, Disdamkarmat mulai mengatur pola operasional, khususnya pada kegiatan patroli rutin.

“Misalnya sebelumnya kita rutin melakukan patroli, sekarang kita kurangi dan lebih kepada menunggu laporan dari masyarakat,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menegaskan, pelayanan pemadaman tetap menjadi prioritas utama dan tidak dapat dibatasi.

“Kalau mobil pemadam tidak bisa dibatasi. Berapa pun kejadian dalam satu hari, tetap harus ditangani,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa pemadam kebakaran memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana dan pelayanan keselamatan masyarakat.

“Tentunya kita berharap layanan tetap cepat, sigap, dan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” tuturnya.

Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik, Sopir Angkutan TBS di Sampit Kotim Keluhkan Pendapatan Menyusut

Baca juga: Tim Rescue Damkar Palangka Raya Evakuasi Biawak yang Gigit Jari Tukang di Jalan Sesep Madu

Pelayanan darurat tetap diprioritaskan, sementara patroli rutin disesuaikan sebagai langkah efisiensi penggunaan bahan bakar.

Terkait kemungkinan penambahan anggaran, pihaknya menyerahkan hal tersebut kepada pertimbangan pimpinan.

“Insya Allah nanti jadi pertimbangan pimpinan melihat kondisi ini, tetapi keputusan tetap ada di pimpinan,” tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.