Dinkes Kulon Progo Temukan 8 Kasus Positif Campak di Awal 2026, Mayoritas Menyerang Usia Dewasa
Hari Susmayanti April 23, 2026 12:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo mencatat sejumlah kasus Campak di paruh awal 2026 ini. Kasusnya menyebar di sejumlah kapanewon dan sudah mendapatkan penanganan.

Kepala Dinkes Kulon Progo, Susilaningsih menyampaikan bahwa pihaknya mencatat ada sebanyak 228 Suspek Campak di periode Januari-April 2026.

"Sampel dari 228 Suspek tersebut sudah diperiksa dan yang positif Campak ada 8 orang," katanya pada Kamis (23/04/2026).

Susilaningsih mengatakan 5 orang menderita Campak biasa, sedangkan 3 lainnya Campak Jerman.

Kebanyakan penderitanya merupakan kelompok usia produktif atau sudah dewasa.

Kasus Campak menyebar di sejumlah kapanewon seperti di Samigaluh, Lendah, Sentolo, dan Galur.

Meski begitu ia memastikan belum terjadi Kasus Luar Biasa (KLB) Campak di Kulon Progo.

"Sebab kondisi yang ada tidak memenuhi kriteria untuk menjadi KLB," jelas Susilaningsih.

Ia mengatakan bahwa kriteria KLB seperti terjadinya penularan setempat serta kasusnya tidak terjadi sebanyak 2 kali dalam waktu berdekatan. Kebanyakan kasus Campak pun sudah dinyatakan sembuh.

Baca juga: Sri Sultan HB X Akui Kemiskinan dan Ketimpangan Wilayah Masih Jadi Pekerjaan Rumah Pemda DIY

Susilaningsih menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan kasus Campak di Kulon Progo.

Termasuk memastikan kesiapan seluruh tenaga, fasilitas kesehatan, hingga sarana dan prasarana pendukung penanganan.

"Kami juga menggencarkan sosialisasi terkait pencegahan dan penanganan Campak ke masyarakat," ujarnya.

Adapun DIY dilaporkan terdapat 112 kasus Campak hingga awal April 2026 ini.

Kepala Dinkes DIY, Gregorius Anung Trihadi menyampaikan bahwa jumlah kasus tersebut masih dalam batas wajar, namun Campak berpotensi memicu KLB.

Pihaknya pun kini memperketat pengawasan dan pemantauan terhadap penyebaran kasus Campak.

Pemantauan dilakukan lewat Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) yang dievaluasi secara berkala setiap pekan.

"Sistem ini dapat mendeteksi lebih dini peningkatan kasus penyakit menular sehingga penanganan bisa dilakukan dengan cepat," kata Anung pada Tribun Jogja beberapa waktu lalu.

Baca juga: Saat Semangat Kartini Bersalin Rupa dalam Balutan Diplomasi Prancis di Pekan Francophonie 2026

Tips pencegahan campak

Penyakit campak sangat menular, namun kabar baiknya, penyakit ini sangat bisa dicegah.

Berikut adalah langkah-langkah utama untuk mencegah penularan campak dikutip Tribun Jogja dari berbagai sumber :

1. Imunisasi (Cara Paling Efektif)

Vaksinasi adalah satu-satunya perlindungan terbaik. Di Indonesia, jadwal rutin pemberian vaksin yang melindungi dari campak adalah:

  • Dosis 1: Umur 9 bulan (Vaksin MR/Campak).
  • Dosis 2: Umur 18 bulan (Vaksin MR/Campak).
  • Dosis 3: Umur 7 tahun (Kelas 1 SD/sederajat dalam program BIAS).

2. Menjaga Kebersihan Diri (PHBS)

Karena virus campak menular melalui percikan air liur (droplets) dan udara, kebersihan sangat menentukan:

  • Cuci tangan secara rutin dengan sabun dan air mengalir.
  • Gunakan masker jika berada di tempat umum atau saat sedang tidak fit.
  • Etika bersin/batuk: Tutup mulut dan hidung dengan siku bagian dalam atau tisu.

3. Hindari Kontak dengan Penderita

Jangan berbagi alat makan, gelas, atau barang pribadi dengan orang yang sedang sakit campak.

Jika ada anggota keluarga yang terkena campak, sebaiknya dilakukan isolasi di rumah (tidak sekolah atau bekerja) selama setidaknya 4 hari setelah ruam muncul untuk mencegah penyebaran ke orang lain.

4. Pemberian Vitamin A

Bagi anak yang berisiko atau sudah terpapar, pemberian kapsul Vitamin A (sesuai anjuran tenaga medis) sangat penting.

Vitamin A tidak hanya membantu pemulihan, tetapi juga menjaga kekebalan tubuh dan mencegah komplikasi serius pada mata maupun paru-paru.

5. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Pastikan asupan nutrisi seimbang dan istirahat yang cukup agar sistem imun tetap kuat dalam melawan infeksi virus.

(alx)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.