TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejumlah mantan atlet nasional dijadwalkan kembali meramaikan lapangan bulutangkis dalam sebuah turnamen terbuka berskala internasional yang akan digelar pertengahan tahun ini.
Kehadiran nama-nama seperti Hariyanto Arbi, Flandy Limpele, dan Bobby Ertanto menjadi salah satu daya tarik, sekaligus mencerminkan kuatnya keterikatan lintas generasi dalam olahraga bulutangkis di Indonesia.
Turnamen bertajuk Konferensi pers Turnamen bertajuk Hundred Hoo Haa Cup 2026 ini dirancang sebagai ajang kompetisi terbuka yang mempertemukan pemain dari berbagai latar belakang, baik amatir maupun profesional.
Fokus utama kompetisi berada pada kategori senior dengan rentang usia mulai dari 35 tahun hingga 70 tahun ke atas, namun tetap menyediakan ruang bagi pemain di bawah 35 tahun melalui kategori terbuka.
Selain pembagian berdasarkan usia, turnamen ini juga menghadirkan sejumlah format pertandingan lain, seperti kategori beregu berbasis total usia, kategori gabungan usia, hingga kategori khusus yang mempertemukan pelaku usaha dengan pemain profesional.
Seluruh kategori akan mempertandingkan nomor tunggal dan ganda, baik putra, putri, maupun campuran, sehingga memberi ruang kompetisi yang cukup luas.
Penyelenggaraan ajang ini tidak lepas dari perkembangan bulutangkis di Indonesia yang tidak hanya tumbuh sebagai olahraga prestasi, tetapi juga sebagai aktivitas sosial yang melibatkan berbagai kelompok usia.
Di sisi lain, ketersediaan turnamen berskala internasional yang terstruktur bagi pemain senior masih relatif terbatas, sehingga kehadiran kompetisi ini diharapkan dapat menjadi salah satu wadah alternatif.
Tournament Director Hundred Hoo Haa Cup 2026, Marlev Mainaky, menyebut minat peserta terhadap turnamen ini cukup tinggi sejak awal pendaftaran dibuka.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya kebutuhan akan kompetisi bulutangkis senior yang lebih terstruktur dan berstandar internasional.
“Antusiasme yang kami terima sejauh ini sangat tinggi, baik dari dalam maupun luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan turnamen bulutangkis senior berskala internasional sangat besar,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Tribun Jogja, Kamis (23/4/2026).
Baca juga: Van Gastel Beberkan Strategi PSIM Yogyakarta Amankan Poin dari Persija
Secara teknis, turnamen akan berlangsung pada 12 hingga 14 Juni 2026 di ICE BSD City, Tangerang, dengan menggunakan 25 lapangan pertandingan secara bersamaan.
Jumlah peserta ditargetkan mencapai lebih dari 3.000 pemain dari berbagai negara, dengan total hadiah yang disiapkan mencapai Rp2,5 miliar.
Pendaftaran peserta telah dibuka sejak 1 Februari dan akan ditutup pada 24 Mei 2026.
Sejauh ini, pendaftar datang dari sejumlah negara seperti Singapura, Korea Selatan, Malaysia, Kanada, China, Taiwan, Belanda, Kolombia, India, serta beberapa negara di kawasan Afrika.
Co-Founder Hundred Hoo Haa Cup 2026, Marcia Hutagalung, menilai turnamen ini juga memiliki makna tersendiri bagi para pelaku bulutangkis, khususnya pemain senior yang masih ingin aktif bertanding.
“Bagi banyak atlet, bulutangkis adalah bagian dari identitas dan perjalanan hidup. Turnamen ini menjadi perpanjangan dari perjalanan tersebut, khususnya bagi pemain senior,” katanya.
Dari sisi industri, Marketing and Promotion Manager PT Mentari Cemerlang Indonesia, Sharan Kumar, melihat ajang ini sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem bulutangkis global.
Ia menilai turnamen semacam ini tidak hanya memperluas pasar, tetapi juga mendorong Indonesia menjadi pusat aktivitas bulutangkis dunia.
“Kami melihat turnamen ini sebagai platform penting untuk memperkuat posisi Indonesia, tidak hanya sebagai pasar tetapi juga sebagai pusat aktivitas bulutangkis dunia,” ujarnya.
Setelah masa pendaftaran berakhir, panitia akan melanjutkan ke tahap pengumuman peserta dan kategori pada 26 Mei, diikuti proses verifikasi hingga 31 Mei.
Undian pertandingan dijadwalkan berlangsung pada 2 Juni, sementara pertemuan teknis akan digelar sehari sebelum kompetisi dimulai.
Selain pertandingan utama, penyelenggara juga menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung seperti bazar kuliner dan hiburan.
Kehadiran elemen tersebut diharapkan dapat memperluas keterlibatan publik serta memperkuat posisi turnamen ini sebagai bagian dari ekosistem bulutangkis nasional yang terus berkembang.(nto)