Renungan Harian Katolik Suara Pagi
Bersama Pastor John Lewar, SVD
Biara Soverdi St. Josef Freinademetz
STM Nenuk Atambua Timor NTT
Kamis, 23 April 2026
Hari biasa Pekan III Paskah
Kis. 8:26-40; Mzm. 66:8-9,16-17,20;
Yoh. 6:44-51.
Warna Liturgi Putih
"Yesus Memberi Daging-Nya untuk Kita Makan"
Pada Yohanes 6:51, Yesus dengan tegas mengatakan, "Roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."
Kata-kata ini mengajak kita untuk merenungkan lebih dalam tentang kasih Tuhan yang tidak terhingga, yang dinyatakan melalui pemberian tubuh dan darah-Nya untuk keselamatan kita.
Pertama, Daging-Ku yang Diberikan untuk Hidup Dunia. Kehadiran Yesus sebagai roti hidup mengungkapkan sebuah cinta yang luar biasa.
Daging yang Yesus berikan adalah tubuh-Nya sendiri yang akan dipersembahkan di kayu salib, untuk mengangkat dosa-dosa kita dan memberi kita hidup baru.
Dengan kata lain, Yesus mengorbankan diri-Nya agar kita dapat memiliki hidup yang sejati, hidup yang tidak hanya berlangsung di dunia ini, tetapi hidup kekal bersama-Nya.
Ketika Yesus menyebut tubuh-Nya sebagai "roti hidup," Dia ingin kita memahami bahwa hanya dengan menerima-Nya, kita akan mendapat hidup yang penuh.
Yesus bukan hanya datang untuk menyembuhkan tubuh kita yang rapuh, tetapi lebih dari itu, Dia datang untuk memberi kita kehidupan rohani yang tidak akan pernah mati.
Daging-Nya yang diberikan adalah jaminan bagi kita bahwa kita dapat memiliki hidup yang sejati, hidup yang dihadirkan oleh kasih-Nya yang tak terbatas.
Kedua, Pemberian yang Tanpa Batas. Pemberian Yesus adalah pemberian yang total. Dia tidak hanya memberi sebagian dari diri-Nya, tetapi memberikan seluruh tubuh-Nya, daging-Nya, demi keselamatan kita.
Hal ini bukanlah pemberian biasa. Ini adalah pemberian yang penuh pengorbanan dan cinta yang luar biasa. Setiap kali kita merayakan Ekaristi, kita mengingat dan mengalami kembali pemberian diri Yesus, yang mengorbankan diri-Nya untuk kita.
Kasih Yesus kepada kita dinyatakan dalam bentuk yang sangat konkret: Tubuh-Nya yang diberikan untuk hidup dunia. Kita diajak untuk merenungkan betapa besar cinta yang Dia miliki untuk kita.
Dalam setiap sakramen Ekaristi, kita menerima bukan sekadar simbol, tetapi tubuh-Nya yang sesungguhnya, yang menghidupkan kita, memperbaharui semangat kita, dan memberi kita kekuatan untuk mengarungi hidup ini.
Ketiga, Hidup Dunia dan Hidup Kekal. Yesus mengatakan bahwa roti yang diberikan adalah "untuk hidup dunia." Kita tahu bahwa hidup dunia ini tidak akan abadi.
Kita semua merasakan bahwa dunia ini penuh dengan penderitaan, kesulitan, dan ketidakpastian. Namun, di tengah dunia yang rapuh ini, Yesus memberikan diri-Nya sebagai sumber hidup yang sejati.
Hidup dunia yang dimaksudkan oleh Yesus bukanlah hidup yang terbatas pada waktu dan ruang, tetapi hidup yang diterangi oleh kasih-Nya, yang membawa kita kepada kehidupan kekal.
Dengan menerima tubuh Yesus dalam Ekaristi, kita diundang untuk mengalami hidup yang lebih dari sekadar eksistensi fisik. Kita diundang untuk hidup dalam persekutuan dengan Tuhan, hidup dalam kasih dan pengampunan-Nya.
Ekaristi menjadi sumber kekuatan kita dalam menjalani hidup ini dengan penuh harapan dan pengertian, bahwa hidup kita di dunia ini adalah perjalanan menuju kehidupan yang lebih sempurna, yaitu hidup bersama Tuhan di surga.
Keempat, Panggilan untuk Menghidupi Kasih yang Diberikan. Namun, pemberian Yesus tidak hanya dimaksudkan untuk kita nikmati secara pribadi.
Yesus yang memberi diri-Nya untuk hidup dunia, juga mengundang kita untuk memberi hidup bagi dunia ini.
Ketika kita menerima tubuh-Nya dalam Ekaristi, kita dipanggil untuk menjadi saluran kasih Tuhan kepada sesama.
Kasih yang kita terima dari-Nya seharusnya mengalir dalam setiap aspek hidup kita, dalam tindakan, kata-kata, dan sikap kita terhadap orang lain.
Sebagai penerima kasih-Nya, kita dipanggil untuk hidup sebagai saksi kasih yang memberi. Yesus memberi tubuh-Nya untuk dunia ini, dan kita pun dipanggil untuk memberikan diri kita dalam pelayanan kepada dunia, dalam melayani sesama, dalam mengasihi mereka yang membutuhkan.
Ekaristi adalah sumber dari kekuatan kita untuk hidup dalam cinta yang tak terbatas, sebagaimana Yesus telah memberi diri-Nya bagi kita.
Roti hidup yang diberikan oleh Yesus adalah anugerah yang luar biasa. Ini adalah tanda kasih-Nya yang sempurna, yang mengundang kita untuk hidup dalam kasih dan kehidupan yang abadi.
Setiap kali kita menerima Ekaristi, kita mengingat kembali pengorbanan-Nya, dan kita diajak untuk hidup dalam persekutuan yang lebih mendalam dengan-Nya, serta meneruskan kasih-Nya kepada dunia ini.
Doa: Tuhan, tariklah hatiku agar semakin dekat kepada-Mu di tengah kesibukan dan kebingungan hidup. Ajarku mengenali kehadiran-Mu dalam hal sederhana dan dalam diri sesama. Beri aku iman yang hidup, keberanian untuk bertindak, dan hati yang terbuka untuk diubah oleh kasih-Mu setiap hari. Engkaulah Roti Hidup yang telah turun dari Surga... Amin.
Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Kamis Pekan III Paskah. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin. (Pastor John Lewar SVD)