Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Perbaikan jalan rusak di Kampung Mujirahayu, Kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah, dilakukan sepenuhnya melalui swadaya masyarakat tanpa sepeser pun dukungan anggaran dari pemerintah daerah.
Kondisi jalan yang kian memburuk dan tak kunjung mendapat penanganan mendorong warga bergerak mandiri, mengumpulkan dana hingga puluhan juta rupiah demi memperbaiki akses vital yang selama ini menopang aktivitas sehari-hari.
Ketika perbaikan tak kunjung dilakukan pemerintah, warga memilih untuk tidak tinggal diam. Dengan semangat gotong royong, mereka berhasil menghimpun dana swadaya sebesar Rp96 juta.
Dana tersebut berasal dari donasi sukarela warga yang mulai dikumpulkan sejak pertengahan Ramadan, sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kelancaran mobilitas bersama.
Inisiatif ini muncul dari keresahan yang telah lama dirasakan masyarakat terhadap kondisi jalan yang rusak parah, terutama di Dusun 2 yang dikenal sebagai titik paling rawan kecelakaan.
Amar, salah satu warga, menyebut keinginan untuk memiliki jalan yang layak sudah lama menjadi harapan bersama.
“Sudah lama kami menginginkan jalan yang layak. Alhamdulillah, dari donasi warga, dana yang terkumpul mencapai Rp96.017.000,” ujar Amar, Rabu (22/4/2026).
Dana yang terkumpul kemudian dimanfaatkan untuk membeli berbagai material seperti batu dan sub-base guna menimbun lubang-lubang di jalan.
Tidak berhenti di situ, warga juga melanjutkan tahap perbaikan dengan pengecoran pada sejumlah titik jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan paling parah.
Menurut Amar, perbaikan diprioritaskan di Dusun 2 karena tingkat kerusakannya paling membahayakan pengguna jalan.
“Di situ memang paling berbahaya, jadi kami dahulukan,” katanya.
Kepala Kampung Mujirahayu, Subandi, menegaskan bahwa seluruh proses tersebut murni hasil gotong royong warga.
Ia menyebut jalan yang diperbaiki sebenarnya merupakan ruas jalan kabupaten yang memiliki peran penting sebagai penghubung antar kecamatan hingga ke wilayah Lampung Utara.
“Ini bentuk kepedulian warga. Jalan ini sebenarnya tanggung jawab pemerintah kabupaten, tapi karena belum ada perbaikan, masyarakat berinisiatif sendiri,” ujar Subandi.
Ia menambahkan, perbaikan awal berupa penghamparan batu telah dilakukan sebelum Hari Raya Idul Fitri, mencakup jalur dari Mujirahayu menuju Candirejo di Kecamatan Seputih Agung.
Upaya tersebut menjadi langkah awal sebelum dilanjutkan dengan pengerjaan yang lebih permanen secara bertahap.
Menurut Subandi, aksi ini menunjukkan kuatnya solidaritas masyarakat di tengah keterbatasan.
Di sisi lain, warga tetap berharap langkah mandiri yang mereka lakukan dapat mengetuk perhatian pemerintah agar segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh.
“Bagi warga, jalan bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi aktivitas ekonomi dan keselamatan sehari-hari,” tutupnya. (Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq)