WNI Kru Kapal Kargo Berbendera Korea Meninggal saat Proses Evakuasi Usai Terkena Serangan Jantung
Dewi Agustina April 23, 2026 08:21 AM


TRIBUNNEWS.COM, MAMUJU - Muhammad Yanto (58), meninggal dunia di tengah proses evakuasi dari kapal kargo menuju daratan, Rabu (22/4/2026). 

WNI asal Pandeglang, Provinsi Banten ini sebelumnya mengalami serangan jantung saat kapal yang ditumpanginya berada di jalur ALKI II, perairan Mamuju, Sulawesi Barat. 

Baca juga: 9 Penumpang dan Kru Kapal KM Makmur Jaya yang Sempat Hilang Ditemukan Selamat

Muhammad Yanto adalah kru kapal kargo Ocean Galaxy berbendera Korea. 

Kepala Basarnas Mamuju, Mahmud Afandi mengatakan pihaknya menerima laporan kedaruratan medis pada pukul 12.16 Wita. 

Kapal Ocean Galaxy yang sedang menempuh perjalanan dari Australia menuju China tersebut meminta bantuan medis (medevac) karena salah satu krunya mengalami serangan jantung.

 

 

"Kami segera memberangkatkan KM Safari Gesit untuk melakukan intercept dan proses pemindahan korban sesuai permintaan dari kapal Ocean Galaxy," ujar Mahmud Afandi, Rabu (22/4/2026).

Tim SAR berhasil menjangkau posisi kapal Ocean Galaxy pada pukul 17.23 WITA. 

Proses pemindahan korban ke KM Safari Gesit segera dilakukan agar korban bisa secepatnya mendapatkan perawatan di rumah sakit darat.

Namun kondisi kesehatan Muhammad Yanto terus menurun. 

Di tengah perjalanan pulang menuju Pelabuhan Mamuju, tepatnya pukul 14.47 WITA, korban mengalami henti jantung.

"Tenaga medis di atas kapal sudah berupaya maksimal dengan memberikan tindakan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation). Namun, kondisi korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia," tambah Mahmud.

Suasana haru dan tegang menyelimuti dermaga Lanal Mamuju saat KM Safari Gesit akhirnya bersandar pada pukul 20.06 Wita. 

Di bawah temaram lampu dermaga, sejumlah personel Basarnas berpakaian oranye dan anggota TNI AL telah bersiaga.

Begitu kapal merapat sempurna, tim medis langsung menyiapkan tandu lipat (stretcher) di atas geladak kapal. 

Tubuh korban yang sudah tertutup kain jenazah dipastikan dalam posisi aman dengan pengikat oranye agar tidak bergeser saat dipindahkan.

Dengan langkah hati-hati namun cepat, enam orang personel gabungan menggotong tandu melewati tangga kapal yang sempit. 

Koordinasi suara antar petugas terdengar lantang guna menjaga keseimbangan tandu saat menyeberang dari bibir kapal ke beton dermaga.

Di dermaga, petugas harus membelah kerumunan petugas lain dan awak media yang mengambil gambar. 

Sorot lampu flashlight dan sirine ambulans yang sudah menyala menambah kesan urgensi.

Setibanya di depan pintu belakang ambulans RS Bhayangkara, tandu didorong perlahan masuk ke dalam kompartemen medis. 

Petugas medis segera menutup pintu ambulans dengan rapat sebelum kendaraan tersebut bergerak perlahan meninggalkan area dermaga dengan pengawalan.

Jenazah Muhammad Yanto kini telah berada di RS Bhayangkara Mamuju untuk proses penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga di Pandeglang.

Apa itu Serangan Jantung?

Serangan jantung (infark miokard) adalah kondisi darurat medis ketika aliran darah ke otot jantung terhenti akibat penyumbatan arteri koroner. 

Hal ini bisa menyebabkan kerusakan permanen pada jantung atau bahkan kematian jika tidak segera ditangani.

Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke otot jantung terganggu atau tersumbat, biasanya karena penumpukan plak kolesterol (aterosklerosis) atau gumpalan darah.

Dampaknya otot jantung kekurangan oksigen, sehingga sebagian jaringan bisa rusak atau mati.

Gejala Umum

Gejala bisa berbeda pada tiap orang, tetapi tanda-tanda yang paling sering muncul adalah:

  • Nyeri dada seperti ditekan atau diremas, bisa menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, punggung, atau perut atas.
  • Sesak napas mendadak.
  • Keringat dingin.
  • Mual atau muntah.
  • Pusing atau kehilangan kesadaran.
  • Rasa tidak nyaman di dada, lengan, atau punggung.

Penulis: Suandi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.