IRGC: 100 Serangan Rudal dan Drone Kacaukan Pertahanan AS-Israel, Musuh Mohon Gencatan Senjata
Dwi Setiawan April 23, 2026 08:21 AM

 

 

TRIBUNNEWS.COM - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa serangkaian serangan presisi yang dilancarkan Iran telah menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur militer yang digunakan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel di kawasan Asia Barat. 

Dalam pernyataan resminya, IRGC menegaskan bahwa operasi tersebut berhasil menghantam aset-aset strategis yang selama ini menjadi tulang punggung proyeksi kekuatan militer kedua negara tersebut.

IRGC bahkan menyebut bahwa “kebesaran semu” kekuatan militer AS-Israel kini telah runtuh.

"Hari ini, kebesaran semu kekuatan militer AS-Israel telah hancur," demikian deklarasi IRGC, mengutip Al Mayadeen, Kamis (23/4/2026).

Hal ini menandai perubahan signifikan dalam dinamika kekuatan regional.

IRGC menambahkan bahwa Iran tidak akan lagi membiarkan musuh menunjukkan dominasi militer di kawasan, termasuk operasi kapal perang dan pesawat tempur tanpa hambatan.

Operasi Kompleks IRGC

Lebih lanjut, IRGC mengungkapkan bahwa operasi kompleks yang melibatkan sekitar 100 gelombang rudal dan drone telah melumpuhkan sistem pertahanan musuh.

Serangan ini disebut mampu menembus teknologi pertahanan canggih serta menciptakan gangguan besar pada sistem komunikasi dan komando militer lawan.

Menurut IRGC, serangan tersebut juga menyebabkan kekacauan di internal pasukan musuh.

Dan memutus jalur komunikasi, serta menghancurkan pusat kendali strategis.

Mereka mengklaim kondisi ini memaksa pihak lawan untuk memohon gencatan senjata, yang disebut sebagai bukti keberhasilan operasi militer Iran.

"Musuh-musuh memohon gencatan senjata karena dampak serangan rudal Iran," tambah pernyataan IRGC.

(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.