Usai Suaminya Didemo, Istri Gubernur Kaltim Singgung Soal Etika: Tidak Komentari Kehidupan Orang
Septrina Ayu Simanjorang April 23, 2026 08:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Usai suaminya didemo, istri Gubernur Kaltim Suraidah Harum singgung soal etika.

Aksi demo ini sebagai respons dari kebijakan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud yang dianggap kontroversial. 

Baca juga: Rismon Disebut Punya Kepribadian Ganda, 5 Hari Sebelum Ajukan RJ Masih Ributkan Ijazah Jokowi

Mulai dari mobil dinas mewah seharga Rp 8,5 miliar, rumah dinas Rp 25 miliar, termasuk fasilitas akuarium dan alat kebugaran.

Demo menuntut evaluasi kebijakan Pemprov Kaltim, penghentian korupsi, kolusi dan nepotisme, serta mendesak DPRD menjalankan fungsi pengawasan.

Namun hingga akhir demo, tampak Rudy Masud tak kunjung keluar menemui massa meski sudah bertahan hingga malam bahkan kondisi sempat memanas.

Baca juga: Ramalan Shio Hari Ini 23 April 2026 Dipengaruhi Energi Hari Tertutup

Setelah kericuhan reda, Rudy pergi meninggalkan kantor menuju rumah jabatan tanpa merespons pertanyaan terkait tuntutan massa.

Baru hari ini, ia memberi pernyataan lewat video di akun Instagramnya.

Dengan santai Rudy Masud menanggapi terkait tuntutan massa.

"Kami sangat berharap adik-adik mahasiswa, masyarakat, dan seluruh lapisan bisa selalu menjadi mata-telinga kami di dalam melaksanakan perbaikan dan evaluasi kinerja-kinerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di dalam melaksanakan kontrol sosial serta evaluasi menyeluruh.

DEMONSTRASI DI KALTIM -- Senja yang beranjak malam di kawasan Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada Senin (21/4) menyisakan jejak ketegangan. Setelah berjam-jam aksi unjuk rasa yang diwarnai kericuhan, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya terlihat keluar dari kantornya sekitar pukul 19.15 Wita. Ia melangkah cepat, nyaris tanpa jeda, di bawah pengawalan ketat aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
DEMONSTRASI DI KALTIM -- Senja yang beranjak malam di kawasan Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada Senin (21/4) menyisakan jejak ketegangan. Setelah berjam-jam aksi unjuk rasa yang diwarnai kericuhan, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya terlihat keluar dari kantornya sekitar pukul 19.15 Wita. Ia melangkah cepat, nyaris tanpa jeda, di bawah pengawalan ketat aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). (Istimewa)

Semoga ke depan kami dan seluruh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berakselerasi untuk bisa memperbaiki kinerja-kinerja kami ke depannya," kata Rudy Masud sambil bergaya sedang bekerja di belakang meja.

Usai demo tersebut, sang istri Syarifah Suraidah Harum menulis curhatan ketika suaminya, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Masud didemo massa.

Wanita yang juga merupakan anggota DPR RI itu menyinggung soal mencampuri urusan orang.

Baca juga: Kalender Jawa 23 April 2026 Weton Kamis Kliwon, Kendalikan Emosi Anda

Lewat akun Instagramnya pula, istri Rudy Masud, Sarifah Suraidah Harum banyak merepost quote atau kata-kata dari akun lain di Insta Storynya.

Satu di antaranya soal tidak mencampuri urusan orang lain.

"Tolong normalisasikan tidak mengomentari kehidupan orang lain, tidak ikut campur dengan urusan orang lain merupakan bagian dari etika, semua orang memiliki cara hidupnya masing-masing.

Berhenti menyimpulkan sesuatu lewat apa yang hanya kami liat sesaat. 

Belajarlah untuk membatasi hal-hal yang memang bukan urusanmu," tulis dalam postingan.

Sedangkan kini sudah ada tujuh fraksi di DPRD Kalimantan Timur yang menyetujui hak angkat untuk Rudy Masud.

ISTRI GUBERNUR KALTIM - Di tengah sorotan publik terhadap pengadaan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) senilai Rp8,5 miliar, nama Sarifah Suraidah Abidien Harum ikut mencuri perhatian. Istri dari Gubernur Rudy Masud ini bukan sekadar pendamping kepala daerah, melainkan juga figur publik yang memiliki pengaruh politik kuat di kancah nasional. (HO/IST/Instagram/Syarifah) (HO/Tribun-medan.com)

"Kita bersepakat atas usulan massa aksi, unsur ketua fraksi terpenuhi semua, tujuh fraksi. Amanlah," ujar Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel, dikutip dari TribunKaltim, Selasa.

Ekti menyebutkan, seluruh unsur pimpinan fraksi dan wakil ketua DPRD berada dalam posisi yang sama untuk menindaklanjuti tuntutan publik.

"Ini satu suara. Wakil ketua semua, ketua fraksi, satu suara. Kita mendengar aspirasi masyarakat. Tentu di DPRD ada tahapannya, akan segera kami rapatkan untuk kelanjutan," katanya.

Baca juga: Misteri 4 Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Komnas HAM Bilang Minim Transparansi

Meski Ketua DPRD Kaltim Hasanudin Mas'ud tidak berada di Samarinda karena agenda kedinasan, Ekti memastikan proses pengambilan keputusan tetap sah.

"Beliau hari ini mungkin sampai sore, karena sedang retreat di Magelang," kata Ekti.

Irma Suryani Sebut Rudy Mas'ud Buat Gaduh

Istri perwira Mabes Polri ikut demo Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud.

Wanita bernama Irma Suryani itu menyebut Rudy Mas'ud membuat gaduh.

Ia bahkan mengaku gerah dengan kebijakan-kebijakan Rudy Mas'ud.

Baca juga: Dukung Penanggulangan TBC & Sekolah Gratis, Kanwil Kemenkum Sumut Fasilitasi Harmonisasi 2 Ranpergub

Ribuan masyarakat melakukan aksi di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), hari ini Selasa (21/4/2026).

Aksi lapisan masyarakat mendemo kepala daerah di Indonesia bukanlah hal baru.

Dalam aksi ini turut menjadi sorotan terkait keberadaan seorang istri perwira polisi yang berdinas di Mabes Polri Jakarta.

Baca juga: Satresnarkoba Polrestabes Medan Sita 1.500 Cartridge Liquid Vape Campur Narkoba dari Tanjungbalai

Ia bernama Irma Suryani istri dari Kombes Pol Ade Yaya Suryana kini menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Keamanan Negara Badan Intelijen dan Keamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Anjak Kamneg Baintelkam Polri).

Irma Suryani dalam kesempatannya mengungkapkan kekesalannya kepada Gubernur Kaltim.

Ia menilai, selama Rudy Masud menjabat sering mengeluarkan kebijakan yang memicu kegaduhan di tengah-tengah masyarakat.

AKSI -  Rudy Mas'ud (kiri) dan screenshot tampilan live streaming CCTV aksi 21 April 2026 (kanan). Aksi ini disiarkan melalui YouTube, memungkinkan masyarakat memantau kondisi lalu lintas dan pergerakan massa secara real-time dari berbagai titik di Samarinda. youtube CCTVSamarinda.
AKSI - Rudy Mas'ud (kiri) dan screenshot tampilan live streaming CCTV aksi 21 April 2026 (kanan). Aksi ini disiarkan melalui YouTube, memungkinkan masyarakat memantau kondisi lalu lintas dan pergerakan massa secara real-time dari berbagai titik di Samarinda. youtube CCTVSamarinda. (IST/Pemkot Samarinda)

Sebut saja seperti rencana pengadaan mobil dinas mewah senilai Rp8,5 miliar hingga renovasi rumah dinas yang menelan anggaran Rp25 miliar.

"Gerah ya, selalu blunder, selalu bikin gaduh," katanya, dikutip dari Kompas.com, Selasa.

"Itu salah satu yang menghabiskan anggaran, rumah jabatan Rp 25 miliar, mobil dinas, ada beli aquarium, alat fitness, meja biliar. Itu untuk apa?," tambahnya.

Oleh karenanya, Irma Suryani bersama ribuan massa lainnya akan mendemo Rudy Masud.

Baca juga: AKHIRNYA Kepala BGN Angkat Bicara soal Anggaran IT yang Disebut Capai Rp 1,2 Triliun

Mereka membawa sejumlah tuntutan, termasuk mendesak adanya evaluasi kinerja Gubernur Kaltim.

Selain itu meminta DPRD Provinsi menjalankan fungsinya sebagai pengawas.

Irma Suryani juga berharap Gubernur Kaltim untuk peka terhadap masyarakat.

Terlebih terkait pengelolaan anggaran yang sumbernya dari pajak.

“Harusnya sensitif dengan keadaan masyarakat yang sekarang susah. Kok malah uangnya dipoyok-poyokan,” tegasnya.

(*/ Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.