Guru SMAN 1 Pulau Banyak Barat Kembangkan Absensi Siswa Melalui QR
Muliadi Gani April 23, 2026 12:54 PM

 

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Syafriadi SPd Gr, guru bidang studi bahasa dan sastra Indonesia dari SMA Negeri 1 Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil, berhasil melakukan inovasi dengan menggunakan aplikasi QR (Quick Response) yang bermanfaat bagi sekolah.

QR dia artikan sebagai aplikasi yang dapat memindahkan data dengan cepat melalui ‘camera scaning’ yang merupakan kode batang dua dimensi yang mampu menyimpan data secara efi sien dan dapat dipindai.

Dengan cara ini, kehadiran siswa tidak perlu lagi dibuktikan dengan paraf atau panggil nama satu per satu, melainka cukup dengan mengandalkan teknologi QR.

Kreativitas guru di daerah kepulauan ini mendapat perhatian dan apresiasi dari Ketua Pimpinan Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PC PGRI) Kecamatan Pulau Banyak Barat (PBB), Arisman SPd atas inovasi yang dilakukan sang guru.

Arisman mengungkapkan apresiasinya atas pengembangan sistem absensi berbasis QR yang dibuat oleh Syafriadi yang juga wakil kepala sekolah bidang kesisswaan.

“Kami sangat mengapresiasi kreativitas ini. Inovasi seperti ini perlu terus dikembangkan di lingkungan sekolah,” ujar Arisman kepada Prohaba.co, Selasa (21/4/2026) siang. 

Arisman menjelaskan, di SMA Negeri 1 Pulau Banyak Barat, teknologi ini dimanfaatkan sebagai sistem presensi (kehadiran) peserta didik yang terintegrasi dengan kartu tanda siswa (KTS).

Dituturkannya, aplikasi tersebut sebenarnya telah dikembangkan sejak akhir 2025.

Baca juga: Terjerat Utang, Remaja Putri Jadi Korban Eksploitasi di Musi Banyuasin

Baca juga: Alumni MUDI Samalanga, Tgk Azmi Yudha Zulfikar Raih Gelar Doktor di UIN Ar-Raniry

Namun, penggunaannya sempat tertunda karena sejumlah kendala teknis.

“Alhamdulillah, sekarang sudah siap digunakan dan mulai disosialisasikan kepada para guru yang diterapkan mulai hari Senin, 20 April 2026,” katanya.

Ia berharap, inovasi ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lain di wilayah Pulau Banyak Barat agar turut beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.

“Digitalisasi pembelajaran merupakan bagian dari program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Karena itu, guru harus melek teknologi dan mampu memanfaatkan sistem berbasis online,” tandas Arisman.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Pulau Banyak Barat, Ihsan SPd, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan aplikasi tersebut. 

Ia menilai, inovasi ini dapat mempermudah proses administrasi sekolah sekaligus meningkatkan kedisiplinan siswa.

“Kami sangat mendukung. Semoga aplikasi ini bermanfaat bagi guru dan peserta didik, serta menjadi langkah maju dalam penerapan digitalisasi di sekolah,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Wilayah Aceh Singkil, Handoko SP MEng.

Ia menilai, kreativitas guru di daerah kepulauan patut diapresiasi.

“Meski berada di wilayah terpencil yang jauh dari ibu kota kabupaten, tapi salah seorang guru SMA Negeri 1 Pulau Banyak Barat mampu melakukan inovasi yang tidak kalah dengan sekolah di perkotaan,” pungkas Handoko. 

(Yarmen Dinamika)

Baca juga: Misrina, Guru SMAN Unggul Pidie Jaya Juara Lomba Cerita Anak 2026

Baca juga: Rektor USK Kukuhkan Lima Profesor Baru, Jumlah Guru Besar Melonjak Jadi 249 Orang

Baca juga: Fathina Almahira Sakhi dan 14 Siswa Fajar Harapan Banda Aceh Lolos Seleksi Universitas Luar Negeri

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.