Jakarta (ANTARA) - Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) Tulus Abadi mengapresiasi peluncuran delapan program Quick Wins BPJS Kesehatan yang ditargetkan tuntas dalam 100 hari kerja pertama direksi baru untuk merespons cepat kendala peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di lapangan.

“Ini langkah yang sangat bagus dan positif, karena menjadikan masyarakat sebagai basis utama dalam instrumen inovasi yang dilakukan. Kebijakan-kebijakan BPJS Kesehatan sekarang pun sebetulnya sudah menjawab kebutuhan bagi pesertanya, terutama dengan kemudahan berbasis digital,” kata Tulus dalam keterangan tertulis.

Ia mengatakan program Quick Wins yang digagas direksi baru BPJS Kesehatan diharapkan dapat memperkuat inovasi layanan yang selama ini telah berjalan, sekaligus menjawab kebutuhan peserta JKN.

Dalam keterangan resmi pada Rabu, BPJS Kesehatan menyebutkan delapan program Quick Wins terdiri atas empat program Customer Centric dan empat program Collaborative.

Program Customer Centric dikembangkan untuk mengakomodir kebutuhan fundamental peserta JKN dengan menjaring aspirasi masyarakat, sementara program Collaborative dijalankan untuk memperluas jangkauan layanan terintegrasi melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Salah satu inovasi dalam program Quick Wins Respons Cepat Solutif adalah Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA) 24 jam, termasuk layanan prioritas yang ditargetkan direspons petugas dalam waktu kurang dari lima menit, seperti penambahan anggota keluarga, pengaktifan kembali kepesertaan JKN, dan perubahan data.

Tulus menilai PANDAWA 24 jam beserta layanan prioritas tersebut dapat menjawab mayoritas kebutuhan peserta JKN.

“Kinerja BPJS Kesehatan secara keseluruhan sudah mencerminkan keandalannya. Namun di sisi lain perlu diperkuat juga sinergi antarlembaga,” ujarnya.

Ia mencontohkan sinergi diperlukan terkait reaktivasi peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), yang menurutnya perlu disertai edukasi lebih masif oleh Kementerian Sosial maupun BPJS Kesehatan agar masyarakat memahami tugas dan fungsi masing-masing instansi.

Tulus menambahkan masyarakat menaruh harapan besar terhadap direksi baru BPJS Kesehatan, serta berharap Quick Wins dapat menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas pelayanan peserta JKN, terutama di rumah sakit.

Ia juga mendorong rumah sakit memperbaiki infrastruktur, sumber daya manusia, dan proses bisnis guna meningkatkan kualitas layanan bagi peserta BPJS Kesehatan.

“Rumah sakit agar benar-benar memanusiawikan pelayanan peserta BPJS Kesehatan, memperbaiki infrastruktur, sumber daya manusia, dan proses bisnis rumah sakit, sebab itulah yang menjadi kebutuhan dan keluhan peserta BPJS Kesehatan,” kata Tulus.