TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Sebuah toko karangan bunga yang merangkap sebagai tempat tinggal di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dilahap si jago merah pada Kamis (23/4/2026) siang.
Insiden kebakaran yang terjadi tepat di depan Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar ini sempat memicu kepanikan warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas.
Pemilik toko, Muhammad Farid, mengungkapkan api muncul secara tiba-tiba dan diduga berasal dari hubungan arus pendek atau korsleting listrik di dalam bangunan.
Baca juga: Kebakaran Pondok Pesantren Hidayatullah Mamuju Santri Selamat Asrama Jauh dari Lokasi Kebakaran
Baca juga: Kebakaran di Lahan Warga Anreapi Polman Dipicu Aktivitas Pembakaran Sisa Rumput
"Ini rumah sendiri, sekaligus tempat usaha karangan bunga. Tadi kejadiannya cepat sekali, diduga karena korsleting listrik," ujar Farid saat ditemui di lokasi kejadian.
Sebelum armada dari Pemadam Kebakaran (Damkar) tiba di lokasi, warga setempat dengan sigap langsung berupaya memadamkan api.
Warga mematahkan pipa PDAM yang ada di depan toko untuk mendapatkan air.
Dengan peralatan seadanya, warga bergotong royong mengambil air untuk melokalisasi api agar tidak merambat ke bangunan di sebelahnya.
"Warga langsung turun tangan, semua bantu siram pakai ember dan alat seadanya sebelum pemadam sampai. Alhamdulillah, api bisa segera dikendalikan," tambah Farid.
Pantauan di lokasi kejadian, kondisi bagian dalam toko tampak rusak parah.
Sisa-sisa material karangan bunga seperti gabus (styrofoam), bunga plastik, rangka kayu, hingga kertas hias tampak hangus terbakar dan berserakan di lantai yang basah akibat proses pemadaman.
Dinding bagian dalam rumah terlihat menghitam akibat asap tebal.
Sejumlah barang berharga milik korban pun tak sempat diselamatkan karena api dengan cepat menyambar material yang mudah terbakar di dalam toko.
Beberapa saat kemudian, sejumlah unit mobil pemadam kebakaran serta satu unit kendaraan taktis water cannon milik Brimob Polda Sulbar tiba di lokasi untuk memastikan api benar-benar padam dan melakukan proses pendinginan.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi