SURYA.CO.ID, SURABAYA – Sejumlah fitur pada mobil modern kerap luput dari perhatian pengguna, meski memiliki peran penting dalam menunjang keselamatan dan kenyamanan berkendara.
Salah satu fitur tersebut adalah electrochromic mirror, yakni kaca spion tengah anti-silau otomatis yang kini mulai banyak disematkan pada kendaraan modern, termasuk produk dari Peugeot.
Electrochromic mirror merupakan teknologi pada spion tengah yang berfungsi mengurangi pantulan cahaya dari kendaraan di belakang, terutama saat berkendara di malam hari.
Sorotan lampu yang terlalu terang, seringkali menimbulkan efek silau yang dapat mengganggu pandangan pengemudi dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Kepala Mekanik Astra Peugeot Surabaya, Mohan Kurniawan, menjelaskan bahwa teknologi ini bekerja secara otomatis melalui sensor cahaya.
“Electrochromic mirror memanfaatkan sensor untuk mendeteksi intensitas cahaya dari belakang. Ketika cahaya terlalu terang, kaca spion akan meredup secara otomatis, sehingga pengemudi tidak terganggu silau,” ujar Mohan kepada SURYA.co.id, Kamis (23/4/2026).
Saat intensitas cahaya kembali normal, spion akan kembali terang secara otomatis tanpa perlu diatur manual oleh pengemudi.
Fitur ini dinilai lebih praktis, dibandingkan spion konvensional yang masih memerlukan pengaturan manual.
Manfaat utama electrochromic mirror:
“Selain mengurangi silau, fitur ini juga membantu mengurangi kelelahan mata. Jadi pengemudi bisa tetap fokus lebih lama saat berkendara,” katanya.
Pada beberapa model kendaraan terbaru, fitur ini bahkan telah dikombinasikan dengan sensor tambahan untuk meningkatkan respons dan akurasi dalam berbagai kondisi pencahayaan.
Meski terlihat sederhana, teknologi ini menjadi bagian dari inovasi penting dalam dunia otomotif.
"Kehadirannya menunjukkan bahwa peningkatan pengalaman berkendara tidak selalu harus melalui teknologi yang kompleks, melainkan juga dari penyempurnaan fungsi-fungsi dasar yang berdampak langsung pada keselamatan," pungkas Mohan.