Detik-detik Kakek 4 Cucu Ditusuk hingga Tewas di Surabaya, Diduga Motif Asmara, Baru Cerai Setahun
Musahadah April 23, 2026 05:32 PM

 

SURYA.CO.ID I SURABAYA - Terungkap detik-detik penusukan berujung tewasnya, MJ (59), kakek 4 cucu di kawasan Jalan Pragoto II, Simolawang, Simokerto, Surabaya, pada Kamis (23/4/2026) pagi. 

Korban MJ diduga dikeroyok dan ditusuk menggunakan senjata tajam diduga jenis pisau pada bagian dada sebelah kiri dan wajah. 

Pelakunya diduga empat orang yang beraksi sekira pukul 06.00 WIB. 

Korban yang bersimbah darah sudah dievakuasi ke kamar mayat Kompartemen Kedokteran Polisi RS Bhayangkara Surabaya. 

Menurut adik sepupu korban, Iwan (34), sekira pukul 05.00 korban terlibat cek-cok dengan salah satu pelaku. 

Baca juga: BREAKING NEWS Kakek 4 Cucu di Simokerto Surabaya Ditemukan Tewas Penuh Luka Tusuk

Setelah cek-cok itu, pelaku ke luar gang untuk memanggil bantuan yang tak lain adalah kakaknya yang kerap dipanggil Man.

Man ini ternyata teman dekat korban MJ. 

Setelah itu Man dan adiknya mendatang MJ di  kosannya lalu terlibat perkelahian.

Iwan mengatakan, adik Man sempat memegangi korban. 

Lalu, langsung menghujami tusukan pada tubuh korban hingga terkapar di lokasi kejadian. 

Tak hanya Man dan adiknya, sejumlah warga juga melihat dua orang teman Man yang berada di jalanan depan gang permukiman.

"Jadi awalnya, cekcok sama adiknya. Lalu si adiknya pulang bawa kakaknya itu. Terus ada yang lihat di jalan itu ada 2 orang. Tapi yang masuk yang kelihatan cuma 2 orang," jelasnya. 

Jenazahnya ditemukan tergeletak berjarak sekitar 100 meter dari rumah keluarga besar di gang permukiman tersebut.

Dipicu Motif Asmara

Sempat tersiar kabar pembunuhan itu dipicu masalah asmara. 

Para pelaku diduga terlibat hubungan asmara dengan pihak saudara dari mantan istri korban.

Karena, korban saat ini, diketahui telah berpisah dari istri sahnya, sejak setahun lalu. 

Adik sepupu korban Iwan (34) tak menampik hal itu.

Namun, ia tidak mengetahui secara detail perihal dinamika permasalahan asmara yang melingkupi perseteruan antara korban dengan pelaku. 

"Cuma ada yang info, perkaranya itu soal perempuan. Enggak tahu, adiknya istrinya, ada yang bilang soal uang. Cuma kebanyakan orang bilang itu, perkara Adiknya istrinya kakak saya MJ itu. Ada yang bilang gitu. Tapi pastinya saya kurang tahu juga," ujarnya saat ditemui Tribunjatim.com, di lokasi. 

Ketua RT 03 permukiman setempat, Ismail mengakui hal serupa.

Kendati begitu, dia tidak mengetahui detail persoalan asmara yang memicu penusukan maut itu.

"Kayaknya persoalan asmara. Pelakunya itu (punya hubungan dengan) yang perempuan (dari korban). Yang meninggal itu kan lakinya (si perempuan)," ujarnya saat ditemui Tribunjatim.com di dekat lokasi. 

Sementara itu, Kapolsek Simokerto Polrestabes Surabaya Kompol Zainur Rofik mengatakan, pihaknya tak menampik informasi bahwa kasus tersebut dipicu oleh motif asmara. 

Namun, ia menganggap, dugaan motif tersebut kurang terlalu signifikan menjadi latar belakang utama atas motif penganiayaan tersebut.

Karena, ia memperoleh data temuan kesaksian lain yang belum dapat diungkapkannya sebelum dikonfrontasi secara langsung kepada pihak pelaku utama atas kasus tersebut. 

"Yang jadi rumor seperti itu, ada yang sebut asmara. Tapi dari pihak yang dimaksud tadi, asmaranya itu enggak begitu dominan," ujar Rofik saat ditemui awak media di depan Teras Mapolsek Simokerto Polrestabes Surabaya. 

Mengapa ia menyebut demikian. Karena, Rofik mengungkapkan, kasus penganiayaan tersebut merupakan rangkaian peristiwa kesekian dari insiden percekcokan yang diduga sempat terjadi di lokasi lain, yakni Rumah Susun Sombo. 

Nah, rusun tersebut diduga merupakan tempat tinggal para pelaku penganiayaan yang berujung pada meninggalnya korban. 

"Yang beredar seperti itu. Jadi, sejak di rusun tempat si adik yang namanya kami kantongi itu. Iya (awalnya cekcok dari rusun sombo) lalu berakhir di Jalan Pragoto itu," pungkasnya. 

Sosok Korban

KASUS PENUSUKAN - Lokasi korban MJ (59) terkapar di tengah gang permukiman padat penduduk kawasan Jalan Pragoto II, Simokerto, Surabaya, Jawa TImur pada Kamis (23/4/2026) pagi. Di tubuh korban dipenuhi dengan luka tusukan.
KASUS PENUSUKAN - Lokasi korban MJ (59) terkapar di tengah gang permukiman padat penduduk kawasan Jalan Pragoto II, Simokerto, Surabaya, Jawa TImur pada Kamis (23/4/2026) pagi. Di tubuh korban dipenuhi dengan luka tusukan. (Surya.co.id/Luhur Pambudi)

Baca juga: UPDATE Kakek Simokerto Surabaya Tewas Penuh Luka Tusuk: Motif Asmara Mencuat

Setahu Iwan, korban memiliki tiga orang anak.

Anak keduanya sudah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Dan, korban sudah memiliki empat orang cucu. 

Namun, korban diketahui sudah berpisah atau cerai dari istri sahnya, sejak setahun lalu.

Sehingga, ia tak menampik, kondisi korban diketahui dalam keadaan tidak stabil secara emosional. 

"Cuma kan korban habis cerai dari istri, mungkin ada stresnya dikit. Gitu. Kadang kambuh kadang enggak gitu. Ya masalah rumah tangga biasa. Cerainya sudah lama kurang lebih 1 tahunan," pungkasnya. 

Ibu korban, Zubaidah berharap pihak Kepolisian dapat segera menangkap para pelaku. 

Zubaidah juga tak menyangka anaknya mengalami kejadian nahas tersebut. Apalagi dirinya sama sekali tidak memiliki firasat apa pun yang menandai awal kejadian tersebut. 

Bahkan semalam, korban sempat bertemu dirinya dan ngobrol seperti biasa dengan kerabat yang lain di permukiman tersebut. 

"Ya Allah nak, gak ada firasat. Kemarin malam ya biasa ketemu saya cerita-cerita. Bismillah semoga lekas tertangkap," ujar Zubaidah saat ditemui TribunJatim.com di depan rumahnya. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.