Mualem Sebut Aceh Butuh Rp 40 Triliun untuk Pemulihan Bencana, Minta Perhatian Serius dari Pusat
Rizwan April 23, 2026 06:54 PM

TRIBUNGAYO.COM - Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengungkapkan bahwa kondisi Aceh pascabencana saat ini masih belum membaik.

Karena itu, menurut Mualem sapaan Gubernur, bahwa  Aceh membutuhkan anggaran sekitar Rp 40 triliun untuk pemulihan.

"Kita belum sepenuhnya pulih, masih membutuhkan uluran tangan dan dukungan besar dari pemerintah pusat," ujar Mualem saat membuka Musrenbang RKPA 2027 di Anjong Mon Mata, Komplek Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis (23/04/2026).

Melansir Kompas.com, Mualem menyebutkan, saat ini bantuan pusat dinilai masih terbatas pada kebutuhan dasar masyarakat seperti sandang dan pangan.

Sementara untuk rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur seperti jembatan dan jalan belum tersentuh.

"Ini yang terjadi di lapangan Bapak, Ibu sekalian," kata Gubernur Aceh.

Infrastruktur Rusak, Warga Gunakan Rakit 

Mualem mengatakan, di sejumlah wilayah pedalaman, masih terdapat masyarakat yang harus menggunakan rakit dan tali untuk menyeberangi sungai.

"Jadi, inilah terjadi saat ini. Mudah-mudahan tahun ini dapat menjadi perubahan yang maksimal untuk kita semua," ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti kondisi lingkungan, khususnya sungai yang mulai melebar dan kuala di kawasan pesisir yang belum tertangani dengan baik.

Menurutnya, jika kuala di tepi laut tidak segera dibenahi, hal itu akan menjadi ancaman serius karena aliran air dari gunung tersumbat dan tidak dapat mengalir ke laut.

Kondisi tersebut juga berdampak pada aktivitas nelayan yang harus menunggu air pasang untuk melaut.

Mualem mengaku dirinya telah berupaya keras mendapatkan izin dari pemerintah pusat untuk melakukan pengerukan kuala.

Jika tidak segera ditangani, banjir pada masa mendatang berpotensi menimbulkan dampak lebih parah.

"Jadi, saya sudah bekerja keras untuk kita dapat izin dari pusat untuk pengerukan kuala, macam jadi, tak jadi. Macam anak tiri mengemis minta nasi sama ibu bapaknya, beginilah kejadian," tuturnya.

Karena itu, Mualem mengajak Bupati/Wali Kota di Aceh untuk menjemput bola ke Jakarta, meminta bantuan pemerintah pusat agar bisa segera menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) yang kini sedang dihadapi dan belum terselesaikan

"Kita harus ke Jakarta, ke (Menteri) Kelautan, di KKP. Harus minta itu supaya cepat. Karena dengan lambat-lambat akan terjadi musibah yang paling berat lagi. Kita harapkan kepada Bapak di pusat, Jakarta, supaya agar memperhatikan serius untuk kita di Aceh, di sini," tegasnya.

Dalam forum Musrenbang tersebut, Mualem menyampaikan bahwa Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) merupakan forum untuk menyelaraskan rencana pembangunan Aceh dengan program nasional, agar kebijakan yang dirumuskan tepat sasaran dan berdampak langsung pada masyarakat.

Mualem menyebut tema pembangunan tahun ini adalah "Percepatan Pemulihan Pascabencana melalui Pembangunan yang Tangguh dan Berkelanjutan".

Menurutnya, Aceh membutuhkan anggaran sekitar Rp 40 triliun untuk pemulihan.

Namun, anggaran yang tersedia saat ini belum mampu mendukung pemulihan secara menyeluruh.

"Semua unsur yang hadir hari ini, mari kita pikirkan cara terbaik untuk menyelesaikan masalah Aceh," katanya.

Mualem juga menyoroti dampak banjir yang menyebabkan meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh. Untuk itu, ia berharap adanya bantuan lebih luas dari pemerintah pusat.

"Ini satu tamparan buat kita, tapi pun demikian ini musibah datang dari Allah, yang memulihkan ini dari Allah. Ini cobaan untuk kita semua," tuturnya.

Baca juga: Gubernur Aceh Hadiri Relaunching AMANAH, Perkuat Peran Strategis Pemuda

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.