Sosok Febrio Nathan Kacaribu dan Luky Alfirman Eks Anak Buah Sri Mulyani yang Dicopot Menkeu Purbaya
Musahadah April 23, 2026 05:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberhentikan dua pejabatnya pada Selasa (21/4/2026). 

Keduanya adalah Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Luky Alfirman dan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Febrio Nathan Kacaribu.  

Posisi keduanya saat ini dipegang oleh pelaksana harian (Plh) yang sudah aktif sejak Selasa (21/4/2026). 

"Dikasih Plh sekarang," kata Purbaya seperti dikutip dari kompas.com, pada Rabu (22/4/2026). 

Eks Ketua LPS ini belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait dengan posisi baru Luky Alfirman dan Febrio Nathan.

Baca juga: Menkeu Purbaya Soroti Munculnya Joki SPT untuk Lapor Pajak di Coretax, Waspadai Bahaya di Baliknya

Dengan keputusan ini, Purbaya mengurangi sejumlah pejabat yang dulunya dikenal dekat dengan Sri Mulyani Indrawati, Menkeu sebelumnya.

Berikut profil keduanya:

Sosok Febrio Nathan Kacaribu

Febrio Nathan Kacaribu lahir di Sidikalang, Sumatera Utara, pada tanggal 27 Februari 1978.

Ia menamatkan pendidikan di SMA Taruna Nusantara, Magelang dan lulus pada tahun 1996.

Selanjutnya, Febrio menjadi mahasiswa jurusan Akuntansi di FEB UI, tetapi pada tahun kedua pindah menjadi mahasiswa jurusan Ekonomi Pembangunan (Ilmu Ekonomi).

Setelah lulus dari FEB UI pada tahun 2002, Febrio melanjutkan pendidikan Master di bidang Ekonomi Pembangunan Internasional di Australian National University (ANU), Australia dan lulus pada tahun 2005.

Setelah itu, Febrio menempuh pendidikan Doktor di bidang Ilmu Ekonomi di University of Kansas, Amerika Serikat dan lulus pada tahun 2012.

Setelah mendapatkan gelar Doktor, Febrio kembali menjadi dosen dan peneliti di FEB UI.

Febrio menjabat sebagai Kepala bidang Makroekonomi dan Kebijakan Sektor Keuangan LPEM FEB UI.

Pada tanggal 3 April 2020, Febrio diangkat menjadi Kepala BKF setelah sebelumnya mengikuti persaingan secara terbuka.

Sebelumnya, Febrio telah lulus seleksi untuk masuk tahap akhir bersama dengan Ferry Irawan (Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian) dan Maliki (Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas).

Pada tanggal 23 Mei 2025, Febrio dilantik menjadi Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan. 

Febrio tercatat memiliki harta senilai Rp20,53 miliar berdasarkan LHKPN periodik 2025 yang dilaporkan pada 28 Februari 2026 lalu.

Namun, lantaran memiliki utang sebesar Rp50,6 juta, hartanya menjadi Rp20,48 miliar.

Adapun Febrio tercatat memiliki rincian harta berupa dua bidang tanah dan bangunan di Jakarta Pusat dan Kabupaten Dairi dengan total nilai mencapai Rp1,29 miliar.

 Lalu, dia juga tercatat memiliki satu unit mobil senilai Rp423 juta.

Mayoritas harta Febrio berasal dari surat berharga yang dimiliki yakni sebesar Rp14,1 miliar. 

Selain itu, dirinya juga memiliki aset berupa harta lainnya senilai Rp3,4 miliar, kas dan setara kas sebesar Rp642 juta, serta harta bergerak lainnya Rp606 juta.

Sosok Luky Alfirman

Luky Alfirman adalah lulusan Sarjana Teknik Industri di Intitut Teknologi Bandung.

Dikutip dari situs Bank Mandiri, pria kelahiran Bandung 1970 ini juga telah berhasil meraih gelar PhD in Economics di University of Colorado.

Kariernya di Kemenkeu sudah malang melintang dan berbagai jabatan strategis sudah pernah ia emban sejak tahun 1995.

Ia pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Analisis Fiskal Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu.

Luky juga sempat menduduki posisi jabatan Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu.

Selain itu, Luky Alfirman juga pernah mengisi kursi jabatan sebagai Dewan Komisaris Lembaga Penjamin Simpanan.

Karier Luky makin meroket setelah ia dipercaya untuk menduduki posisi jabatan sebagai Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu.

Pada Mei 2025, Luky Alfirman diangkat oleh Menkeu saat itu Sri Mulyani sebagai Dirjen Anggaran Kemenkeu.

Ia menggantikan posisi Isa Rachmatarwata yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

Tidak hanya itu, Luky Alfirman juga disibukkan dengan jabatannya sebagai Komisaris Bank Mandiri.

Luky Alfirman tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp52,8 miliar.

Hartanya itu terdaftar di LHKPN KPK yang dilaporkannya pada 27 Februari 2026.

Harta terbanyak Luky berasal dari kas senilai Rp23 miliar, surat berharga Rp15 miliar, dan tanah senilai Rp13 miliar.

Berikut rincian lengkap harta kekayaan milik Luky Alfirman.

I. DATA HARTA

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 13.000.000.000

1. Tanah dan Bangunan Seluas 270 m2/225 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 4.500.000.000

2. Tanah dan Bangunan Seluas 207 m2/113 m2 di KAB / KOTA BANDUNG, HASIL SENDIRI Rp. 3.000.000.000

3. Tanah dan Bangunan Seluas 846 m2/300 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 5.500.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 550.000.000

1. MOBIL, HONDA JAZZ MINIBUS Tahun 2012, HASIL SENDIRI Rp. 60.000.000

2. MOBIL, HONDA ACCORD Tahun 2013, HASIL SENDIRI Rp. 150.000.000

3. MOBIL, TOYOTA AVANZA Tahun 2023, HASIL SENDIRI Rp. 210.000.000

4. MOBIL, HONDA CITY Tahun 2014, HASIL SENDIRI Rp. 130.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 205.000.000

D. SURAT BERHARGA Rp. 15.034.806.720

E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 23.099.474.305

F. HARTA LAINNYA Rp. 938.647.544

Sub Total Rp. 52.827.928.569

II. HUTANG Rp. ----

III. TOTAL HARTA KEKAYAAN (I-III) Rp. 52.827.928.569

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.