Qiraya, Startup Mahasiswa Telkom Purwokerto Tawarkan Belajar Alquran Online Fleksibel
abduh imanulhaq April 23, 2026 06:14 PM

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO – Mahasiswa Telkom University Purwokerto kembali menunjukkan inovasi melalui startup berbasis edukasi spiritual bernama Qiraya.

Platform ini menghadirkan solusi pembelajaran Alquran secara digital yang fleksibel dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Qiraya merupakan platform edutech spiritual yang menyediakan layanan belajar Alquran melalui sesi privat online. 

Dengan memanfaatkan teknologi, platform ini memudahkan umat Muslim untuk belajar tanpa terhalang jarak dan waktu.

Inovasi ini berangkat dari keresahan masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan, yang memiliki mobilitas tinggi sehingga kesulitan menyediakan waktu untuk belajar agama atau mencari guru ngaji.

Selain itu, tidak sedikit orang dewasa yang merasa sungkan untuk mulai belajar dari dasar.

Qiraya hadir dengan konsep pembelajaran privat yang lebih nyaman dan mudah diakses, sehingga pengguna dapat belajar sesuai kebutuhan tanpa rasa canggung.

Startup ini mulai dikembangkan sejak Januari 2026 oleh tim mahasiswa Telkom University Purwokerto.

Dalam pengembangannya, tim melihat bahwa rendahnya minat belajar mengaji sering kali disebabkan keterbatasan waktu dan fleksibilitas, bukan karena kurangnya keinginan.

Tim Qiraya terdiri dari Azra sebagai Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Chief Technology Officer (CTO), Zidane sebagai Chief Operating Officer (COO), dan Kenzo sebagai Chief Design Officer (CDO). 

Sementara itu, fungsi pemasaran dijalankan melalui peran Chief Marketing Officer (CMO) yang fokus pada strategi promosi dan kemitraan.

Qiraya juga berkolaborasi dengan Sentral Kerohanian Islam Telkom University Purwokerto dalam penyusunan kurikulum dan pengembangan materi pembelajaran.

Platform ini menyasar berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa yang ingin belajar membaca Alquran maupun memperdalam ilmu tahsin dan tajwid.

Salah satu keunggulan Qiraya adalah fleksibilitas waktu belajar.

Dalam pengembangannya, Qiraya memanfaatkan framework Laravel untuk membangun website, serta WhatsApp Business untuk mempermudah komunikasi antara pengajar dan pengguna.

Meski demikian, tim Qiraya mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti menjalin kemitraan dengan pengajar profesional bersertifikasi serta memperluas jangkauan pemasaran di tahap awal.

“Ke depan, kami ingin Qiraya menjadi sahabat bagi setiap Muslim dalam menjalankan aktivitas spiritual Alquran  kapan saja dan di mana saja,” ujar Noah, perwakilan tim Qiraya.

Melalui inovasi ini, mahasiswa Telkom University Purwokerto membuktikan bahwa kreativitas dan kepedulian terhadap permasalahan sosial dapat melahirkan solusi digital yang berdampak luas. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.