Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendesak seluruh warga negaranya yang berada di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut, menyusul pembukaan kembali sebagian wilayah udara Iran sejak 21 April 2026.
Dalam peringatan perjalanan terbaru, warga AS diminta untuk terus memantau perkembangan melalui media lokal serta menghubungi maskapai penerbangan guna memperoleh informasi penerbangan yang tersedia.
Bagi mereka yang tidak dapat meninggalkan Iran melalui jalur udara, pemerintah AS menyarankan opsi perjalanan darat melalui Armenia, Turki, dan Turkmenistan.
Sementara itu, perbatasan darat dengan Azerbaijan masih tertutup untuk lalu lintas reguler dan memerlukan izin khusus.
Peringatan tersebut juga menegaskan bahwa warga AS tidak boleh melakukan perjalanan ke wilayah berisiko tinggi seperti Afghanistan, Irak, maupun kawasan perbatasan Pakistan-Iran.
Otoritas Iran disebut berpotensi mencegah keberangkatan warga Amerika atau bahkan mengenakan biaya keluar.
Selain itu, warga negasa ganda AS-Iran diingatkan Iran tidka mengakui kewarganegaraan ganda dan akan memperlakukan mereka sebagai warga Iran sepenuhnya.
Peringatan tersebut juga menyoroti risiko signifikan bagi warga AS, termasuk kemungkinan interogasi, penangkapan, dan penahanan.
Dalam situasi darurat, warga yang tidak dapat meninggalkan tempat tinggal diminta untuk tetap berada di dalam rumah dan menjauhi jendela demi keselamatan.
Situasi ini terjadi di tengah konflik kawasan yang melibatkan AS dan Iran, di mana gencatan senjata sementara dilaporkan diperpanjang setelah adanya permintaan dari pihak Pakistan.
Presiden Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata akan tetap berlaku hingga Iran mengajukan proposal baru untuk mengakhiri konflik yang meluas di kawasan, termasuk negara-negara Teluk.
Saksikan LIVE UPDATE selengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!