TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Warga di kawasan Pantai Lima Putri, Desa Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) dikejutkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia pada Rabu (22/4/2026).
Jenazah pria yang diketahui berinisial H (36) yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan itu ditemukan di dalam sebuah rumah kontrakan.
Peristiwa pilu ini terungkap berawal dari kecurigaan rekan dan saksi di lokasi kejadian.
Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto, melalui PS Kasubsi PIDM Sihumas Polresta Bulungan Aipda Hadi Purnomo, mengonfirmasi laporan tersebut.
"Benar, kami menerima laporan dari warga sekitar bahwa kemarin, Rabu (22/4/2026) terkait penemuan seorang pria dalam kondisi terg*ntung di dalam kamar rumah kontrakan di kawasan Pantai Lima Putri, Desa Tanah Kuning," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (23/4/2026).
Berdasarkan keterangan saksi, Mansur (39), H sempat berkunjung ke rumahnya pada Selasa (21/4/2026) malam sekitar pukul 20.00 Wita untuk menginap.
Di tengah perbincangan, korban sempat berpamitan keluar sebentar untuk membeli rokok dan berpesan agar pintu rumah tidak dikunci.
Namun, hingga saksi terlelap, korban tidak kunjung kembali.
Keesokan paginya, teka-teki keberadaan H mulai terkuak saat rekan korban datang mencari.
"Pada pagi harinya, saksi mendapat informasi dari rekan korban yang menanyakan keberadaan korban. Saat dicek ke dalam kamar, korban ditemukan sudah dalam kondisi terg*ntung," jelas Hadi.
Baca juga: Polresta Bulungan Usulkan Polsek Tanjung Palas Timur jadi Polsekta, Begini Alasannya
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Tanjung Palas Timur segera meluncur ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya kursi plastik, tali nilon, ponsel, serta perlengkapan pribadi korban.
Jenazah kemudian dievakuasi ke Puskesmas Tanah Kuning untuk menjalani pemeriksaan medis. Hasil visum menunjukkan tidak adanya unsur penganiayaan.
"Dari hasil pemeriksaan awal oleh tenaga medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," ungkap Aipda Hadi Purnomo.
Mengenai alasan di balik tindakan nekat tersebut, pihak berwajib masih melakukan pendalaman, meskipun muncul dugaan adanya tekanan persoalan pribadi.
"Motif masih dalam penyelidikan. Kami masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak," tutup Hadi.
Saat ini, jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga yang telah menerima kejadian ini dengan ikhlas dan telah melangsungkan prosesi pemakaman.
Disclaimer:
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu