Tribunlampung.co.id, Bandung - Angkot yang membawa rombongan pelajar di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, terguling setelah ditabrak truk tangki pada Kamis (23/4/2026).
Kanit Gakkum Satlantas Polres Cimahi, Ipda Nikmat Nugraha Hidayatullah, mengatakan bahwa kecelakaan tersebut terjadi tadi pagi.
"Kejadian sekitar jam 6.30 WIB. Ada angkot berhenti di pinggir jalan kemudian datang truk dari arah belakang," katanya saat dikonfirmasi TribunJabar, Kamis.
Ia menyebut, kecelakaan bermula saat angkot berpelat nomor D 1958 UT melaju dari arah Bandung Barat ke arah Cianjur. Di lokasi kejadian, angkot tersebut menepi untuk menaikkan penumpang.
Namun, secara tiba-tiba ada truk menyeruduk dari belakang.
Baca juga: Polisi di Pringsewu Gerebek Sopir Angkot Asyik Main Judi Remi
"Jadi pas angkot berhenti, ada truk dari belakang, kemudian terjadi tabrakan. Apakah berhenti mendadak atau seperti apa sedang kami dalami," kata Nikmat Nugraha Hidayatullah.
Ia mengkonfirmasi, mayoritas penumpang angkot adalah pelajar yang hendak berangkat sekolah.
"Betul, ada sekitar 10 penumpang, mayoritas pelajar," ujarnya.
Nugraha memastikan tidak ada korban yang mengalami luka berat hingga membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
"Korban tidak ada luka berat, sudah langsung dibawa ke puskesmas. Cuma ada 2 yang rencana dirawat inap, tapi itu baru rencana," ujar dia.
Kelakuan sopir angkot di Cileungsi, Kabupaten Bogor, dalam pengaruh sabu saat mengemudikan kendaraannya di malam pergantian Tahun Baru 2026. Ia pun digelandang polisi.
Selama mengemudi, sang sopir tampak kehilangan fokus. Kecurigaan semakin kuat karena sopir beberapa kali menunjukkan respons lambat dan tidak stabil saat mengendalikan kendaraan.
Hal ini terungkap setelah penumpangnya yang ternyata Kapolsek Cileungsi Kompol Edison. Ia menyadari ada yang tidak beres dengan sopir angkot tersebut.
Kapolsek Cileungsi Kompol Edison menjelaskan kronologi awal mula pengungkapan kasus itu terjadi. Semua bermula saat dirinya dalam perjalanan menuju Mapolsek Cileungsi dengan menaiki angkot.
"Kejadiannya saat melakukan pengamanan malam pergantian tahun baru, sopir angkot itu kedapatan membawa sabu," kata Kompol Edison, dikutip dari Kompas, Jumat (2/1/2025).
Karena kondisi sang sopir tidak stabil, Kompol Edison mencurigainya berada di bawah pengaruh sesuatu.
Atas dasar itu, Edison kemudian melakukan pemeriksaan awal terhadap sopir angkot tersebut. Ternyata, sopir berada dalam pengaruh narkoba jenis sabu atau dalam kondisi “nge-fly” saat membawa penumpang.
“Saat diperiksa, sopir angkot tersebut dalam pengaruh narkoba," ujarnya.
Untuk menghindari risiko terhadap keselamatan penumpang, sopir angkot itu langsung digelandang ke Mapolsek Cileungsi.
Dari hasil penggeledahan di kantor polisi, petugas menemukan satu paket sabu yang disimpan di dalam tas miliknya.
Pelaku juga mengakui telah mengonsumsi satu paket sabu sebelum mengemudi dan mengangkut penumpang.
Sopir tersebut ketahuan mengemudi dalam kondisi “nge-fly” alias dalam pengaruh sabu hingga berujung penangkapan.