TRIBUNSTYLE.COM - Indonesia dibuat meradang dengan tingkah Israel memasang spanduk provokatif di Rumah Sakit Indonesia yang ada di Gaza, Palestina.
Israel sengaja memasang spanduk dengan tulisan 'Rising Lion' di bangunan depan Rumah Sakit Indonesia.
Rising Lion sendiri merujuk pada nama operasi militer Israel ketika menyerang Iran pada Juni 2025.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengecam keras pemasangan spanduk “Rising Lion” oleh pasukan Israel di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza.
“Indonesia mengecam keras dan memprotes pemasangan spanduk ‘Rising Lion’ oleh pasukan Israel di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza,” tulis Kemlu RI dalam pernyataan di platform X, Rabu (22/4).
Baca juga: Ini Ujian Akidah! Kontroversi Chiki Fawzi Nekat Mau ke Palestina di Tengah Konflik Iran-AS
Pemerintah Indonesia menilai penggunaan simbol dan propaganda militer di lokasi tersebut, apalagi dikaitkan dengan operasi militer tertentu, sebagai tindakan yang sangat provokatif dan tidak dapat dibenarkan.
Kemlu RI menegaskan bahwa Rumah Sakit Indonesia di Gaza merupakan fasilitas sipil yang didedikasikan untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat Palestina, sehingga tidak seharusnya dijadikan tempat pemasangan atribut propaganda militer.
“Tindakan tersebut merupakan penghinaan terhadap fasilitas kemanusiaan yang dibangun dari solidaritas rakyat Indonesia untuk membantu rakyat Palestina,” kata Kemlu RI.
Indonesia menegaskan bahwa rumah sakit dan seluruh fasilitas medis wajib dihormati serta dilindungi sesuai dengan hukum humaniter internasional.
Pemerintah juga mendesak Israel untuk menghentikan tindakan yang melanggar prinsip perlindungan terhadap infrastruktur sipil, sekaligus memastikan adanya akuntabilitas atas serangan terhadap fasilitas kesehatan di Jalur Gaza.
Rumah Sakit Indonesia sebelumnya turut terdampak serangan militer Israel sejak Oktober 2023 hingga masa gencatan senjata pada Oktober 2025.
Direktur rumah sakit tersebut, Marwan Al-Sultan, dilaporkan gugur akibat serangan Israel yang menghantam kediamannya di Gaza barat pada Juli 2025.
Perkembangan terbaru pada Kamis (23/4/2026) berdasarkan laporan Al Jazeera menyebutkan bahwa serangan udara Israel menargetkan sekelompok warga sipil di Gaza utara dan menewaskan sedikitnya lima warga Palestina, menurut badan pertahanan sipil setempat.
Baca juga: Viral Siswi SMPN 216 Jakarta Ejek Anak Palestina, Singgung Tulang hingga Darah Anak Palestina
“Lima warga Palestina, termasuk tiga anak-anak, tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan sekelompok warga sipil di dekat masjid Al-Qassam di Beit Lahia,” kata pejabat kesehatan setempat dalam pernyataan pada Rabu (22/4/2026) malam.
Mereka menambahkan bahwa jenazah telah dibawa ke rumah sakit Al-Shifa di Kota Gaza.
Sementara pihak rumah sakit mengonfirmasi telah menerima korban, meski usia anak-anak tersebut tidak dirinci.
Di sisi lain, Kantor Media Pemerintah Gaza melaporkan bahwa Israel telah melakukan sekitar 2.400 pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas sejak Oktober.
Pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan militer Israel termasuk serangan terarah, penangkapan, blokade, hingga kelaparan paksa terhadap penduduk Gaza.
Sementara itu, laporan Save the Children pada September menyebut lebih dari 20.000 anak tewas selama dua tahun konflik di Gaza.
Organisasi tersebut menyatakan, rata-rata setidaknya satu anak meninggal setiap jam, lebih dari 1.000 di antaranya berusia di bawah satu tahun, sedangkan ribuan lainnya mengalami luka, trauma, atau terpisah dari orang tua mereka. (Tribun Style/Kompas.com)