Awal Mula Pria Surabaya Kena Kanker Ginjal di Usia 30-an, Sempat Dikira Sakit Perut Biasa
GH News April 23, 2026 08:09 PM
Jakarta -

Seorang pria di Surabaya bernama Mohammad Rizal Putra Hadi harus bertahan hidup hanya dengan satu ginjal. Kondisi ini terjadi setelah dirinya didiagnosis mengidap kanker ginjal stadium lanjut.

Lewat postingan yang diunggah di akun TikTok @rizalfuel, ia mengungkapkan kronologinya. Awalnya, pria berusia 35 tahun itu tidak merasakan gejala apa pun.

Sampai tiba-tiba mengeluh nyeri perut di bagian kanan, hingga sakit sampai menjalar ke punggung.

"Aku nggak bisa ngapa-ngapain, tiduran aja. Mau ke kamar mandi pun itu aku beneran kayak merangkak. Dan aku rasanya itu mual banget," terang Rizal dalam video yang diunggah di akun TikTok miliknya, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan, Rabu (22/4/2026).

Jalani Pemeriksaan di RS

Merasa keluhannya semakin memburuk, ia langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) di sebuah rumah sakit. Rizal juga sempat pindah-pindah rumah sakit untuk bisa mendapat jawaban pasti soal penyebab keluhannya itu.

"Jadi di Agustus 2025, aku pakai BPJS buat ngecek keadaan ginjalku. Karena kemarin-kemarin aku pindah banyak rumah sakit aku tidak mendapatkan jawaban sebenarnya penyakit yang di ginjalku itu apa," jelas Rizal.

"Akhirnya di Agustus 2025 tersebut rumah sakit BPJS tersebut menyarankan aku untuk CT scan kontras yang dijadwalkan satu bulan setelah aku konsultasi, which is di bulan September 2025," lanjutnya.

Awalnya Dikira Batu Ginjal

Sebelum menjalani CT scan kontras, Rizal sempat menjalani USG untuk melihat kondisi ginjalnya. Saat itu, dokter mmelihat ada massa yang dikira batu ginjal kecil yang ukurannya kurang lebih 3 cm.

Dokter sempat merasa kurang yakin dengan hasil USG tersebut. Akhirnya Rizal disarankan untuk mengecek kondisinya ke rumah sakit lain dan menjalani CT scan.

Sekitar dua minggu kemudian, hasil CT scan kontras keluar. Ia didiagnosis mengalami kanker ginjal sarkoma grade 4 dan harus segera melakukan operasi pengangkatan ginjal.

"Akhirnya aku divonis penyakitku itu memang benar kanker ginjal dan ginjalku harus diangkat. Karena kemarin kondisi kanker yang dikira batu ginjal itu sekitar 3 cm yang sudah berubah menjadi 8 cm," beber Rizal.

"Mau nggak mau, ginjal kananku ini harus diangkat. Meski awalnya aku denial dan lain-lain, tapi aku dan orang tuaku akhirnya menyutujui untuk diangkat kanker ginjalku di 18 November 2025, which is dua bulan setelah aku divonis kanker," sambungnya.

Namun, saat itu Rizal masih mencari opsi lain ke rumah sakit umum dan bertemu dengan dokter baru. Dan di akhir Oktober, dokter tersebut memintanya untuk melakukan MRI karena kondisi ginjalnya sudah semakin parah.

Saat itu, Rizal sudah mulai mengalami kencing darah sedikit dan badannya yang terasa semakin lemas. Dari hasil MRI, ternyata massa yang ada di ginjalnya sudah berkembang menjadi 12 cm.

"Si dokter rumah sakit umum ini bilang harus segera dioperasi secepatnya. Jadi aku memilih untuk menjalani operasi pengangkatan ginjal dengan biaya mandiri di rumah sakit umum tersebut pada 6 November 2025," katanya.

Kondisi Ginjal yang Nyaris 'Lengket'

Saat operasi, dokter mulai membuka area perut yang dimaksud. Tim medis melihat posisi kanker ginjalnya sudah berukuran 18 cm dan mulai menempel pada organ yang ada di sekitarnya.

"Sampai dokternya bilang ke orang tuaku, kalau misalnya ini nanti lengket, kita tutup kembali dan nggak bisa operasi," kenang Rizal.

Dokter yang menanganinya pun memanggil satu dokter bedah spesialis lagi untuk membantu menangani kasus Rizal. Beruntungnya, kondisinya masih hanya menempel dan tidak sampai lengket ke organ lain.

"Alhamdulillah cuma nempel saja, nggak sampai lengket. Dan dokter bedahnya waktu itu bilang sudah diangkat bersih kanker ginjalku," ujarnya.

Meski begitu, pascaoperasi Rizal mulai merasakan perbedaan yang terjadi di hidupnya. Energinya menurun, mulai mengubah pola makannya dengan mengonsumsi real food, serta mengurangi intensitas olahraganya.

Biasanya ia melakukan olahraga 3-4 kali seminggu. Jenis olahraga yang biasanya digeluti seperti MuayThai dan boxing, yang harus ia tinggalkan.

Selain itu, bekas lukanya juga masih sering terasa sakit dan seperti tertarik. Bahkan, posisi tidurnya juga terbatas, seperti tidak bisa terlalu lama berbaring miring ke kanan atau ke kiri.

"Atau misalnya duduknya yang terlalu telungkup juga nggak bisa, karena itu bakalan nyeri banget sih," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.