Warga Bintan Kepri Bingung Minyakita Hilang dari Peredaran, Distributor Ungkap Penyebabnya
Dewi Haryati April 23, 2026 08:29 PM

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Minyak goreng merek "Minyakita" hilang dari peredaran di wilayah Tanjungpinang dan Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Kondisi seperti ini mulai dirasakan masyarakat beberapa waktu belakangan.

Selama ini Minyakita menjadi andalan masyarakat di Pulau Bintan, Kepri.

Berdasarkan pantauan di sejumlah swalayan, Minyakita memang tak terlihat lagi.

Rak-rak yang biasanya terpajang minyak goreng subsidi itu kini terlihat kosong.

Pedagang mengaku sudah beberapa Minggu ini tidak lagi mendapat pasokan dari agen.

"Sudah hampir dua mingguan ini tak ada lagi Minyakita. Infonya tidak lagi diedarkan ke lapangan," kata Udin, seorang pedagang di Batu 16 Bintan, Kamis (23/4/2026).

Ia menyampaikan, selama ini hampir setiap hari warga menanyakan minyak itu.

Sementara itu, seorang warga NopNop mengakui bingung mencari Minyakita.

"Sudah bosan saya keliling Pulau Bintan ini, tak juga dapat Minyakita," ujarnya.

Alhasil, saat ini ia terpaksa menggunakan minyak goreng premium.

"Harganya pun mahal. Kalau Minyakita kan murah," katanya.

Nopnop berharap, pemerintah daerah bisa segera menyikapi kondisi ini. Paling tidak, ada minyak goreng yang dijual seharga Minyakita.

"Kasihan kami pak. Uang kami sudah pas-pasan. Untuk makan saja susah," katanya.

Saat ini di swalayan hanya terlihat minyak goreng premium saja. Harganya pun alami kenaikan.

Seperti minyak goreng premium merek Fortune pouch ukuran 1 liter kini dijual senilai Rp22.200 per pcs.

Kemudian merek Gencar Rp40 ribu per kemasan 1,8 liter, hingga merek Fetta ukuran 450 militer dijual Rp10.500.

Distributor Minyakita di Tanjungpinang, M. Sadmi Al Qayum menyampaikan, hingga hari ini kondisi minyak goreng murah tersebut memang mengalami kekosongan.

Hal ini disebabkan banyak konsumen yang beralih dari minyak premium ke Minyakita.

"Saat ini minyak premium juga mengalami kenaikan. Rata-rata naik Rp5 ribu, karena mahalnya harga bahan baku kemasan plastik," ungkapnya.

Sadmi mengaku saat ini sebanyak 12 ribu dus Minyakita dalam perjalanan, untuk memenuhi kebutuhan di Kepri, termasuk di Tanjungpinang dan Bintan.

"Minyak sudah dalam perjalanan, bakal tiba dalam waktu dekat. Untuk Tanjungpinang bakal disuplai sebanyak 8.000 dus," katanya. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.