Masuk Wilayah Blank Spot di Babel, Masyarakat Pulau Nangka Hanya Bisa Akses Sinyal di Sekitar Pantai
Ardhina Trisila Sakti April 23, 2026 09:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kawasan Pulau Nangka di Desa Tanjungpura, Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah masuk dalam salah satu wilayah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), yang masih berstatus blank spot atau wilayah yang tidak terjangkau sinyal komunikasi.

Satria Efendi (36) pria yang berasal dari Pulau Nangka menyebut, sebagai daerah yang berada di sebuah pulau kecil, sinyal komunikasi menjadi sebuah tantangan tersendiri.

Dikatakan Satria, blank spot tersebut memang tidak terjadi di keseluruhan pulau seluas 324 hektare. Namun sejumlah titik khususnya di dekat pantai saat ini telah mendapatkan akses jaringan internet.

"Kebetulan saya sekarang kerja di Pangkalpinang, tapi setahu saya memang sinyal di tempat asal kami masih susah. Misal mau telepon atau akses internet harus ke daerah pinggir pantai dulu," ujar Satria saat dihubungi Bangkapos.com, Kamis (23/4/2026).

20260423 Sejumlah siswa-siswi SD
SUSAH SINYAL - Sejumlah siswa-siswi SD di kawasan Pulau Nangka, Desa Tanjungpura, Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah, yang harus mengerjakan tes berbasis online di salah satu rumah warga yang memiliki sinyal jaringan telekomunikasi baik pada beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kondisi itu memang sedikit menyulitkan masyarakat karena membutuhkan usaha lebih agar mendapatkan sinyal komunikasi tersebut.

Dikatakan Satria, contoh kesulitan itu terjadi saat siswa-siswi sekolah dasar (SD) 3 Sungaiselan yang berlokasi di Dusun Pulau Nangka, ketika harus mengerjakan tes berbasis online.

Hal itu karena mereka diharuskan mengerjakan tes di lokasi yang terdapat sinyal internet bagus, bukan sebuah ruang kelas.

"Misal yang (tes) online itu harus ke daerah pinggir pantai. Setahu saya, kemarin mereka mengerjakan tes itu di rumah warga," terangnya.

Ia menerangkan, meski hanya terdapat sekitar 105 KK di Pulau Nangka, masyarakat berharap sinyal komunikasi ataupun internet bisa diakses warga dengan lebih leluasa.

"Jadi misalkan ada kabel fiber optik yang untuk Wifi, pasti ada yang pasang. Sekarang kan memang belum ada, sinyal jaringan juga provider tertentu," kata dia.

"Karena kan di situ ada UMKM juga, untuk pemasaran pasti akan lebih mudah. Kalau ada orang pesan kan, dari rumah sudah tau. Kalau sekarang, cari sinyal dulu, baru tahu kalau ada orang pesan," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.