TRIBUNNEWS.COM, PAPUA - Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli memastikan penembakan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Yahukimo bernama Yemis Yohame (35) hingga tewas tidak terkait dengan kunjungan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka.
Yemis diketahui tewas ditembak dalam serangan yang diduga dilakukan kelompok bersenjata dari OPM Kodap XVI/Yahukimo di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada Selasa (21/4/2026) malam.
Baca juga: ASN Yahukimo Ditembak Mati di Depan Rumah, Koops TNI Habema Buru Pelaku
"Terima Kasih pak Wakil Presiden sudah datang ke Yahukimo, disini saya tegaskan, kejadian penembakan tidak ada kaitan atau hubungan dengan kunjungan Wakil Presiden," kata Didimus dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, penembakan terhadap korban itu merupakan tindakan kriminal murni.
Baca juga: ASN di Kabupaten Yahukimo Tewas Ditembak, Aparat Kejar Tersangka Pelaku Penembakan
Ia pun meminta masyarakat agar jangan terprovokasi oleh suara-suara sumbang di media sosial yang mencoba mendiskreditkan pihak tertentu atau mengaitkan peristiwa ini dengan situasi politik.
Di sisi lain, ia juga meluruskan soal jabatan korban. Yemis merupakan ASN aktif yang menjabat sebagai salah satu Kepala Sub Bagian (Kasubag) di Dinas Perumahan Kabupaten Yahukimo.
Hal ini menepis kabar bahwa korban disebut Sekretaris Pribadi (Sekpri) Wakil Bupati, meskipun secara hubungan kekeluargaan korban memang dikenal dekat dan sering membantu pimpinan daerah.
Dalam kasus ini, Didimus menekankan pihak pemerintah sudah meminta kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut guna mengungkap motif penembakan.
"Pemerintah meminta semua pihak tidak terburu-buru menyimpulkan apakah pelaku berasal dari kelompok TPNPB, TNI, Polri maupun kelompok lainnya sebelum ada hasil penyelidikan resmi dari kepolisian," jelasnya.
Ia pun juga berharap semua elemen masyarakat dapat membantu mengungkap pelaku penembakan dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap menjaga kondusivitas Kota Dekai dan membiarkan pihak kepolisian bekerja secara profesional untuk mengungkap tabir di balik peristiwa tragis ini.
Sebelumnya, Koops TNI Habema menyatakan akan berkoordinasi dengan Polri dan melakukan pengejaran kepada kelompok OPM yang diduga terlibat penembakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Yahukimo bernama Yones Yohame (35).
Yones dilaporkan tewas ditembak dalam serangan yang diduga dilakukan kelompok bersenjata dari OPM Kodap XVI/Yahukimo di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada Selasa (21/4/2026) malam.
Baca juga: Wapres Gibran Tinjau RSUD di Yahukimo, Bakal Ditingkatkan dari Tipe D Jadi Tipe C
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.20 WIT di Komplek Perumahan Eselon III.
Yones ditembak saat berada di depan tempat tinggalnya dan mengalami luka tembak di dada kanan.
Dia juga sempat dilarikan ke RSUD Dekai, namun dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 22.00 WIT.
Yones diketahui merupakan putra daerah yang aktif dalam pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Yahukimo.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna mengecam penembakan itu dan akan mengambil langkah lanjutan
"Koops TNI Habema akan berkoordinasi dengan Polri dan melakukan pengejaran terhadap kelompok OPM yang terlibat dalam penembakan ini," kata Wirya saat dikonfirmasi pada Kamis (23/4/2026).
Saat ini aparat gabungan TNI-Polri tengah melakukan pengejaran.
Pelaku diduga melarikan diri ke wilayah hutan.
"Koops TNI Habema juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada serta tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, sembari memastikan pengamanan di Papua Pegunungan terus diperkuat," pungkas dia.