TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA -- Universitas Sriwijaya (Unsri) memastikan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026 sejauh ini berjalan lancar.
Pada hari ketiga SNBT, ribuan peserta mengikuti ujian sesuai jadwal yang telah ditentukan di berbagai titik lokasi ujian di kampus Unsri Indralaya, Ogan Ilir.
Koordinator Humas SNPMB Unsri, Dr. Nurly Meilinda, M.I.Kom., memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar operasional prosedur.
"Mulai dari pemeriksaan identitas, pengaturan barang bawaan, hingga pelaksanaan ujian berbasis komputer di dalam ruangan," kata Nurly kepada wartawan, Kamis (23/4/2026).
Pada pelaksanaan UTBK SNBT tahun ini, Unsri memfasilitasi calon mahasiswa baru (camaba) penyandang disabilitas. Para peserta disabilitas diberikan pendampingan serta fasilitas yang memadai agar dapat mengikuti UTBK dengan nyaman dan setara. Nurly memastikan, Unsri berupaya menghadirkan layanan yang ramah bagi seluruh peserta tanpa terkecuali.
“Unsri berkomitmen untuk memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta UTBK, termasuk peserta disabilitas," tegas Nurly.
Peserta disabilitas tak perlu takut untuk mengikuti ujian. "Kami menyiapkan berbagai fasilitas pendukung serta pendampingan agar mereka dapat mengikuti ujian dengan nyaman dan tanpa hambatan,” tegas Nurly kembali.
Panitia UTBK juga terus mengingatkan peserta untuk mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku, seperti hadir tepat waktu dan membawa dokumen yang dipersyaratkan.
Dengan pelaksanaan UTBK yang semakin matang, Unsri berharap seluruh rangkaian UTBK SNBT 2026 dapat berjalan lancar hingga hari terakhir.
Salah seorang camaba penyandang disabilitas, M. Ridho Abdullah, tampak antusias mengikuti UTBK. Ridho memilih Prodi Hubungan Internasional FISIP sebagai pilihan pertamanya. Bagi Ridho, mengikuti UTBK bukan sekadar memenuhi tahapan seleksi.
"Ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan cita-cita menembus dunia global melalui pendidikan," kata Ridho dibantu penerjemah.
Dengan dukungan fasilitas dan pendampingan dari panitia, Ridho menjalani ujian dengan penuh keyakinan. Ia mengaku kesempatan yang diberikan membuatnya lebih percaya diri untuk bersaing secara setara dengan peserta lainnya. "Mohon doanya," ucap Ridho.
(*)