Temuan Wabup Pringsewu Saat Sidak, Puluhan Ribu Bangkai Kelelawar Picu Bau Busuk
Noval Andriansyah April 24, 2026 12:19 AM

Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Aroma busuk yang menyengat beberapa hari terakhir membuat warga di Pringsewu Selatan, Lampung, merasa tidak nyaman.

Bau busuk tersebut bahkan tercium hingga ratusan meter dari sumbernya.

Keluhan warga itu akhirnya sampai ke telinga pemerintah daerah. Tanpa menunggu lama, Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, turun langsung mengecek lokasi yang diduga menjadi penyebabnya, pada Rabu (22/4/2026).

Saat melakukan pengecekan, situasi di lokasi cukup mengejutkan. Sumber bau ternyata berasal dari satu gedung sarang burung walet.

Di dalam bangunan itu ditemukan tumpukan bangkai kelelawar dalam jumlah sangat banyak.

Baca juga: Temukan Ribuan Bangkai Kelelawar, Wabup Pringsewu Peringatkan Pengusaha

Kondisi tersebut diduga telah berlangsung cukup lama hingga menimbulkan bau menyengat.

Temuan itu pun langsung ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dengan meminta pengelola segera melakukan pembersihan agar tidak terus mengganggu warga sekitar.

Wabup juga meminta pengelola untuk segera membersihkan dan mengubur bangkai kelelawar tersebut.

Wabup Umi Laila juga menegaskan agar para pengusaha walet, khususnya yang bangunannya sudah tidak produktif, bertanggung jawab atas dampak lingkungan yang ditimbulkan serta mematuhi perizinan yang berlaku.

Pemerintah Kabupaten Pringsewu melakukan penanganan lanjutan terkait kasus bau menyengat yang berasal dari gedung sarang burung walet di Kelurahan Pringsewu Selatan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Pringsewu, Ulin Noha, menyampaikan kondisi terbaru di lokasi saat ini telah memasuki tahap pembersihan menyeluruh.

“Pembersihan dan penguburan bangkai kelelawar sudah dilakukan. Saat ini kami juga melakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan tidak ada sisa bangkai yang tertinggal di dalam gedung,” ujarnya kepada Tribun Lampung, Kamis (23/4/2026).

Selain itu, tim gabungan melakukan penyemprotan disinfektan serta penaburan zeolit di sekitar lokasi guna menghilangkan kuman sekaligus mengurangi bau yang masih tersisa.

“Langkah ini dilakukan untuk menekan potensi pencemaran dan meminimalkan aroma tidak sedap,” jelasnya.

Pihaknya menegaskan bahwa pemantauan akan terus dilakukan selama sepekan ke depan guna memastikan kondisi benar-benar terkendali.

“Kami akan terus melakukan pemantauan hingga satu minggu ke depan. Mudah-mudahan kondisi ini segera teratasi dan tidak lagi mengganggu masyarakat,” tambahnya.

Berdasarkan data di lapangan, sehari sebelumnya sebanyak 15 karung bangkai telah diangkut.

Pada hari ini, kembali ditemukan 15 karung, sementara diperkirakan masih ada sekitar 50 karung yang belum dikeluarkan dari dalam gedung.

Gedung walet tersebut memiliki tinggi sekitar 20 meter dengan empat lantai, yang diduga menjadi lokasi penumpukan bangkai dalam kurun waktu yang cukup lama.

Pemerintah Kabupaten Pringsewu turut mengimbau seluruh pelaku usaha walet agar lebih memperhatikan aspek kebersihan dan kesehatan lingkungan demi menjaga kenyamanan masyarakat.

( Tribunlampung.co.id / Oky Indra Jaya ) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.