Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Suasana di Terminal Tipe A Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Kamis (23/4/2026) siang, mendadak menjadi perhatian banyak orang.
Seorang wanita lansia, yang merupakan penumpang yang sedang menunggu bus, terlihat berbincang dengan pria yang merupakan anggota DPR RI, yang sedang berada di lokasi.
Di tengah percakapan itu, terjadi momen yang tak terduga. Sang anggota dewan tiba-tiba merogoh dompetnya dan mengeluarkan uang sebesar Rp100 ribu.
Aksi tersebut dilakukan setelah mengetahui penumpang itu telah membayar ongkos perjalanan, namun tanpa membeli tiket resmi.
Situasi itu kemudian menjadi bahan edukasi langsung di tengah keramaian terminal.
Baca juga: Komisi VII DPR RI Beberkan Penyebab Sepinya Bus Masuk ke Terminal Rajabasa
Alih-alih sekadar menegur, anggota DPR RI tersebut memilih pendekatan berbeda. Ia menjelaskan pentingnya tiket resmi bagi keselamatan penumpang.
Momen sederhana itu pun menyita perhatian penumpang lain di sekitar terminal.
Tidak hanya menjadi teguran, tetapi juga pelajaran tentang pentingnya aturan dalam perjalanan.
Anggota DPR RI yang menggantikan ongkos penumpang ibu-ibu yang tidak membeli tiket resmi tersebut yakni Bambang Haryo Soekartono, yang merupakan anggota komisi VII.
"Ini untuk ibu, untuk ganti ongkos tadi ya. Tapi besok-besok jangan bayar ongkos tanpa tiket lagi. Karena di tiket itu ada tercantum asuransi."
"Asuransi itu nanti dipakai, jika terjadi insiden. Jadi kalau nggak beli tiket resmi, sayang. Nggak kepake," ujarnya, seraya memberikan uang tersebut kepada penumpang ibu-ibu tersebut di terimal tipe A Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Kamis (23/4/2026).
Penumpang tersebut pun mengakui, jika ia tidak membeli tiket secara resmi.
Selain itu, Bambang juga menjelaskan, pembelian tiket di luar jalur resmi juga termasuk pelanggaran yang dapat dikenai sanksi.
"Kalau terjadi sesuatu di perjalanan, penumpang yang tidak memiliki tiket resmi bisa tidak terlindungi. Ini yang harus dipahami," pesannya.
Tak hanya kepada ibu tersebut, Bambang juga mengingatkan penumpang lain di sekitar lokasi agar lebih disiplin dalam membeli tiket secara resmi demi keselamatan bersama.
Bambang pun berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya keselamatan dan kepatuhan terhadap aturan transportasi.
Di sisi lain, kejadian ini juga menjadi pengingat bahwa masih ada praktik pembelian tiket tidak resmi yang perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk pengelola terminal dan operator transportasi.
Dengan adanya edukasi langsung seperti yang dilakukannya, Bambang berharap tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya membeli tiket resmi, semakin meningkat.
Sehingga perjalanan menjadi lebih aman, nyaman, dan terlindungi.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )