TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG - Pemerintah Kabupaten Tangerang membuka peluang memperluas program beasiswa pendidikan hingga jenjang pascasarjana, mencakup Strata 2 (S2) dan Strata 3 (S3).
Selama ini, program Beasiswa Tangerang Gemilang baru menjangkau pendidikan Strata 1 (S1).
Namun ke depan, pemerintah daerah mulai mengkaji pengembangan program tersebut agar dapat memberikan akses pendidikan lebih tinggi bagi masyarakat, khususnya dari keluarga kurang mampu.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menyatakan rencana tersebut dinilai realistis dan memungkinkan untuk direalisasikan.
Baca juga: Warga Tangerang Diintimidasi Debt Collector, Lapor Polsek Pasar Kemis: Sabar, Saya Juga Capek
"Tadi kan sudah sampaikan di sambutan, ada ide kenapa enggak buat sampai S2 dan S3, Insya Allah kita godok dulu (rencana ini), Itu sangat mungkin bisa kita lakukan ya," ucap Soma kepada wartawan, Kamis (23/4/2026).
Ia menjelaskan, program beasiswa yang telah berjalan saat ini sudah bekerja sama dengan 33 perguruan tinggi, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Kolaborasi tersebut menjadi modal awal untuk memperluas cakupan program di masa mendatang.
Menurut Soma, kehadiran pemerintah dalam sektor pendidikan tidak boleh berhenti pada jenjang dasar dan menengah saja.
Upaya mencetak sumber daya manusia unggul perlu dilakukan secara berkelanjutan hingga tingkat pendidikan tinggi.
"Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang menyadari bahwa pemerintah harus hadir tidak hanya di level TK, SD, dan SMP, tapi kita melangkah lebih jauh lagi bagaimana kita menciptakan para sarjana baru di keluarga-keluarga miskin," tegasnya.
Selain rencana penambahan jenjang pendidikan, Pemkab Tangerang juga membuka peluang memperluas tujuan studi ke luar negeri.
Beberapa negara bahkan sudah masuk dalam rencana pengembangan program ke depan.
"Insyaallah kita juga sekolahkan ke luar negeri seperti ke Mesir, mungkin tahun depan insya Allah ke China," paparnya.
Program beasiswa ini, lanjut Soma, merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka kemiskinan.
Ia menegaskan, pendidikan menjadi kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan di masyarakat.
"Ini menjadi gagasan yang harus terus bergulir, karena sekali lagi, tidak ada cara instan untuk menghapus kemiskinan selain dengan pendidikan," jelasnya.