Kisah Syahdika, Buat Aplikasi Bahasa Isyarat-Keuangan dengan AI Bareng Teman
GH News April 23, 2026 10:09 PM
Jakarta -

2.000 Mahasiswa terpilih dari total 81.000+ pendaftar Google Student Ambassador (GSA) 2026. Para duta mahasiswa ini akan menerima pelatihan, bimbingan, dan sertifikasi eksklusif bidang AI untuk menjadi pemimpin masa depan.

Google Student Ambassador Program sendiri merupakan inisiatif pemberdayaan generasi muda. Pada program ini, para duta diajak berperan aktif dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital dan AI secara inklusif serta bertanggung jawab di kampus.

Di hadapan 2.000 duta mahasiswa baru, Google Indonesia menghadirkan sosok Syahdika Kurnia Azhari sebagai salah satu inspirasi. Siapa dia?

Ingin Berdampak

Syahdika tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Teknik Elektro, Prodi D4 Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik (TRIL), Politeknik Negeri Medan (Polmed) angkatan 2023.

Minat pada ilmu koding membuatnya juga belajar secara otodidak. Semasa menjadi GSA, ia pun aktif mempelajari pemanfaatan Gemini Canvas untuk membuat aplikasi.

Syahdika mengaku terdorong untuk bisa berdampak dalam kegiatan-kegiatannya. ini salah satunya ia bawa saat mengikuti Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) di kampus.

Pada ajang Pilmapres Polmed, Syahdika salah satunya mengusung inovasi Sign-Ai Pro. Platform penerjemah bahasa isyarat berbasis dengan teknologi ini bantu penyandang disabilitas berkomunikasi dengan orang yang belum memahami bahasa isyarat. Aplikasi yang dibuatnya dengan bantuan Gemini Canvas ini tak perlu perangkat tambahan, cukup

SheSuccess

Syahdika juga mengembangkan aplikasi pemberdayaan perempuan SheSuccess bersama teman-temannya, Akbar Fiki Muhammad dan Syafril Pramana Pulungan, di bawah bimbingan dosen Polmed Abdullah.

Ia menuturkan, SheSuccess berawal dari niat memudahkan perempuan 'ibu-ibu' di Desa Sei Rotan, Deli Serang, Sumatera Utara. Salah satu fitur aplikasi terintegrasi Gemini ini yakni pencatatan keuangan cerdas. SheSuccess juga punya fitur kalkulator usaha berbasis AI.

"Bisa untuk kalkulasi berapa modal dan harga jual yang pas untuk ibu-ibu melakukan usaha," tuturnya.

Aplikasi ini juga dilengkapi fitur desain kemasan berbasis AI. Fitur ini dirancang untuk memudahkan para ibu untuk memperbarui kemasan produknya atau agar makin laris.

Untuk memperkaya wawasan dan mencari solusi terkait usahanya, SheSuccess juga memiliki fitur SheStory untuk sharing antarpengguna dan SheBot.

"SheBot ini AI-nya aplikasi. Jadi ibu-ibu itu bisa menanyakan sama seperti kita menayakan ke AI. Fitur SheBot ini bsa memberikan solusi-solusi khusus untuk usaha-usaha yang ingin dibangun oleh ibu-ibu itu," jelasnya.

Team Leader dan AI Implementation Strategist SheSuccess ini menuturkan, ia memanfaatkan Google Gemini untuk mengembangkan tata letak aplikasi, ide fitur, dan cara kerjanya.

"Jadi Gemini Canvas bisa buat tata letak untuk aplikasinya, sehingga aku bisa debug lebih lanjut di Android Studio--di mana Android Studio juga sudah terintegrasi sama Google Gemini," ujarnya.

Usulan proyek sosial SheSuccess sendiri diganjar pendanaan pada ajang Inovillage 2025, yang diinisiasi Telkom Indonesia dan Telkom University. Aplikasi ini direncanakan rilis di Play Store.

Senang Ngulik

Ketertarikannya untuk membuat aplikasi bermanfaat sebelumnya juga dituangkan Syahdika lewat Gizwa (Gizi Siswa). Berangkat dari isu keracunan dan makanan tidak layak program Makan Bergizi Gratis (MBG), Syahdika mengembangkan gizi yang kemudian diusung di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional(Pimnas), Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

"Jadi ini aku buat murni dari Google Gemini untuk menghitung gizi, ada edukasi makanan bergizi, juga gimana cara buatnya untuk orang tua-orang tua yang mau bikin makanan bergizi," tuturnya.

Syahdika mengaku senang karena bisa memanfaatkan AI untuk berinovasi dan berkompetisi. Di perkuliahan sendiri, ia juga memanfaatkan Gemini Deep Research untuk mendukung penulisan laporan praktikumnya sebagai mahasiswa teknik.

"Biasanya untuk buat tabel itu aku pakai NanoBanana. Jadi aku buat di Google Docs dulu tabelnya, , taruh di Gemini, bisa buat (jadi) tabel yang lebih kreatif," tuturnya.

Country Marketing Manager Google Indonesia, Muriel Makarim, berharap para duta mahasiswa 2026 bisa terinspirasi dari Syahdika dan para alumni GSA untuk memanfaatkan AI secara etis dan bermanfaat.

"Semoga perjalanan kalian bisa membawa inspirasi, bisa membawa manfaat. Tidak hanya untuk kampus, tapi juga untuk masing-masing dan untuk pendidikan Indonesia," tuturnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.