Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Masjid Oman Al-Makmur Banda Aceh kembali menjadi pusat pembinaan umat melalui kegiatan Banda Aceh Berhaji yang digelar Selasa (21/4/2026) malam.
Acara ini menghadirkan dai muda nasional, Ustaz Hanan Attaki, serta diikuti ratusan jamaah, mayoritas generasi muda.
Hadir pula unsur Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh, Forkopimda, tokoh masyarakat, dan mitra strategis dari Bank Syariah Indonesia (BSI).
Dalam tausiahnya, Ustaz Hanan menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar ritual atau tujuan di masa tua, melainkan momentum transformasi diri yang harus dimulai sejak sekarang.
Ia menyebut, haji sebagai proses identity reset, di mana Ka’bah menjadi titik nol spiritual yang mengembalikan manusia pada hakikatnya sebagai hamba Allah.
Menurutnya, orang yang pulang dari haji seharusnya membawa perubahan nyata dalam sikap, pola pikir, dan kualitas spiritual, bukan hanya status baru.
Baca juga: Ustaz Hanan Attaki di Sigli, Bicara Cinta, Islam dan Percepat Pernikahan
Ustaz Hanan juga mengaitkan ibadah dengan kesehatan mental.
Ia menjelaskan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan antara hubungan dengan Allah dan kehidupan batin manusia.
Ibadah melatih ketenangan jiwa, sementara muamalah membangun hubungan sosial yang sehat.
Ia menekankan pentingnya tazkiyatun nafs untuk mengelola emosi, serta orientasi akhirat yang memberi makna hidup lebih dalam.
Allah menilai hati dan ketakwaan, bukan penampilan luar.
Lebih lanjut, ia menyoroti lima lingkaran kehidupan yang harus dijaga: keluarga, tetangga, guru, sahabat, dan lingkungan.
Kelima aspek ini menjadi fondasi kehidupan yang stabil.
Ia mengingatkan agar tidak terjebak dalam lingkaran tambahan seperti media sosial yang sering memicu tekanan mental.
Jika lima lingkaran utama terjaga, kehidupan akan tetap stabil meski menghadapi tantangan.
Baca juga: Ini Sosok Wanda Hara, Fashion Stylist yang Pakai Cadar saat Hadiri Kajian Ustaz Hanan Attaki
Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdal Khalilullah menyampaikan, bahwa program Banda Aceh Berhaji adalah langkah strategis membangun kesadaran masyarakat untuk merencanakan haji sejak dini, baik secara spiritual maupun finansial.
Sementara perwakilan BSI, Saiful Musadir menekankan, pentingnya perencanaan haji di tengah antrean nasional yang panjang, mencapai 5,7 juta orang dengan masa tunggu puluhan tahun.
Kegiatan ini meneguhkan Masjid Oman Al-Makmur sebagai pusat gerakan keumatan di Banda Aceh.
Dengan semangat “Gak Cuma Niat, tapi Mulai Ikhtiar ke Tanah Suci”, acara ini diharapkan mendorong masyarakat.
Khususnya generasi muda, menjadikan haji sebagai bagian dari perjalanan transformasi diri sejak hari ini.(*)