BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Sebanyak 53 siswa SMKN 1 Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dibawa ke Rumah Sakit Mulia, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), dengan dugaan keracunan makanan dari makanan pembagian makan bergizi gratis (MBG), Kamis (23/4/2026).
Keracunann kemungkinan berasal dari makanan tang dimakan siswa pada siang hari. Salah satu murid yang juga ikut diperiksa kesehatannya Zaenab mengatakan dirinya makan menu mie ayam sekitar pukul 11.00 wita.
Dan mulai merasa mual pada sore hari, menu yang dimakan diantaranya mie lengkap dengan ayamnya, pangsit dan semangka.
Baca juga: Satu Penyakit yang Bikin Perut Seorang Warga Desa Kambiyain Balangan Kalsel Seperti Ditusuk-tusuk
Baca juga: Formasi CPNS Kalsel Tunggu Verifikasi Kemenpan RB, PPPK Bisa Ikut Seleksi Tanpa Mundur
Orangtua murid dan juga pihak kepolisian juga tampaj hadir di rumah sakit.
Camat Amuntai Tengah Yudhi Rifani juga tampak di rumah sakit, memastikan dan memantau proses penanganan warga yang dirawat mendapat perawatan baik.
“Tadi ada 25 orang yang diinfus lalu enam orang sudah boleh pulang, tersida 19 orang dan berharap kondisi mereka membaik," ujarnya.
Dari keterangan siswa yang mendapat perawatan, dirinya bersama teman temannya makan menu mie ayam, pangsit dan buah semangka.
Baru merasa sakit perut dan mual sekitar jam 4 saat bersiap pulang.
Balai POM ke Lokasi
Adanya dugaan keracunan di SMKN 1 Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) membuat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) langsung turun ke lokasi untuk melakukan inspeksi.
Kepala Loka POM Tabalong Taufiqurrahman mengatakan saat mendapat informasi adanya dugaan keracunan kami langsung datang ke rumah sakit Mulia.
“Saat ini kami sedang menuju ke SPPG Antasari untuk melakukan pengecekan langsung dan mengambil sampel, kami akan menginformasikan hasilnya nanti,” ujarnya, Kamis (23/4).
Taufiqqurrahman mengatakan anggota langsung datang ke lokasi untuk memastikan penyebab dari dugaan keracunan yang dialami oleh siswa.
Diketahui terdapat 53 siswa yang dilarikan ke rumah sakit akibat adanya keluhan mual. Seluruh siswa yang mual dibawa kerumah sakit mengaku mengkonsumsi menu dari MBG yang dibagikan sekitar pukul 11.30 Wita.
Zaenab salah satu siswa mengatakan mengkonsumsi menu MBG dan memang merasakan rasa yang berbeda. Setelah selesai makan baru diinformasikan bahwa makanan tersebut basi
Diberi Obat
Sebelum 53 siswa SMKN 1 Amuntai yang diduga mengalami keracunan dibawa ke Rumah Sakit Mulai di Kecamatan Amuntai Tengah, ada beberapa tenaga kesehatan yang datang ke sekolah.
Siswa sempat diberi obat dan ada juga yang diminta minum susu, namun karena sakit perut yang dialami siswa tidak berkurang akhirnya dibawa ke rumah sakit.
Anggota kepolisian juga tampak berada di lokasi keracunan massal MGB ini. Kapolsek Amuntai Tengah Iptu Sulistiono mengatakan dari anggota polsek memastikan pengobatan korban berjalan aman.
Saat ini dari Loka POM Tabalong juga sudah berada di lapangan dan melakukan inspeksi di SPPG Antasari tempat masaknya menu makanan yang disajikan melalui program MBG.
“Masih kami dalami dengan pengambilan sampel dan mengumpulkan informasi dari petugas SPPG,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Tips Mencegah Keracunan MBG pada Siswa:
Pencegahan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) menurut Kompas.com berfokus pada 5 kunci BPOM: seleksi bahan baku, pemisahan bahan segar, memasak hingga matang, penyimpanan suhu aman, dan kebersihan air/bahan.
Langkah krusial meliputi sertifikasi juru masak Kompas.com, pengecekan organoleptik (bau/warna/lendir) Kompas.id, dan penanganan pertama dengan hidrasi Kompas.com.
Berikut adalah tips detail berdasarkan laporan Kompas.com dan Kompas.id:
1. Keamanan di Dapur (SPPG)
Sertifikasi Juru Masak: Wajib bagi pengelola dapur untuk memastikan kepatuhan standar kebersihan Kompas.com.
Rapid Test: Melakukan tes cepat pada bahan makanan, terutama protein, sebelum dimasak Kompas.com.
Higienitas Dapur: Mencuci tangan dan peralatan dengan sabun sebelum/sesudah mengolah Kompas.com.
2. Pengawasan Kualitas Makanan (Pre-Serving)
Uji Coba (Sampling): Orang dewasa (guru/petugas) wajib mencicipi makanan sebelum dibagikan ke siswa Kompas.com.
Cek PancaIndera: Amati perubahan struktur (jadi lembek/menggumpal), bau (busuk/asam), dan warna Kompas.id.
Waktu Penyajian: Makanan harus segera dikonsumsi, maksimal 2 jam setelah matang.
3. Pertolongan Pertama
Cegah Dehidrasi: Berikan minum (air putih/oralit) sedikit demi sedikit tapi sering, terutama jika anak muntah/diare Kompas.com.
Istirahat: Posisikan anak beristirahat di tempat nyaman
Kenapa Keracunan MBG Terus Berulang:
Keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berulang karena sistem tata kelola yang lemah, kurangnya pengawasan ketat, serta tingginya risiko cemaran bakteri.
Penyebab utamanya meliputi menu yang basi/berlendir akibat jarak waktu masak dan penyajian terlalu lama, bahan baku tidak segar, serta kurangnya pengalaman vendor dapur.
Berikut rincian penyebab keracunan MBG yang berulang:
Lemahnya Pengawasan & Standar Keamanan: Pengawasan dari hulu ke hilir belum optimal, seringkali pengawasan keamanan pangan hanya formalitas.
Risiko Mikroba dan Bahan Baku: Kasus sering terjadi karena infeksi bakteri (seperti Salmonella atau E. coli) pada makanan yang dikemas lama, makanan berbau, atau berlendir.
Permasalahan Dapur & Pemasok: Banyak dapur baru yang belum berpengalaman dalam menyediakan makanan jumlah besar dengan standar higienis. Pergantian pemasok bahan baku juga memicu ketidakkonsistenan kualitas.
Masalah Distribusi: Jeda waktu antara pengolahan makanan hingga disajikan ke siswa terlalu lama, menyebabkan makanan basi atau bakteri berkembang biak.
Konflik Kepentingan: Beberapa dapur dikelola oleh oknum yang seharusnya mengawasi, mengakibatkan pengawasan tidak objektif.
Pengamat dan pihak terkait menyoroti perlunya perbaikan sistem, peningkatan fungsi BPOM, dan pelibatan UMKM yang lebih berpengalaman dalam higienitas kuliner
(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati/kompas.com).