Rudal tersebut termasuk Khorramshahr-4 dan Ghadr, rudal yang dianggap sebagai 'senjata kiamat'.
Aksi ini menjadi sinyal kekuatan militer Iran sekaligus pesan tegas kepada pihak luar.
Hal ini senada dengan penilaian terbaru intelijen Pentagon yang menyebut Iran masih memiliki kemampuan militer utama.
Mereka dinilai masih memiliki sejumlah senjata seperti rudal yang jumlahnya tak dapat diprediksi.
Temuan ini berbeda dengan klaim pejabat tinggi Amerika Serikat (AS).
Sebelumnya, Presiden Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyebut militer Iran telah melemah.
Bahkan, mereka menyebut bahwa militer Iran telah menderita kerugian yang tak dapat dipulihkan selama perang baru-baru ini.
Namun laporan intelijen justru menilai Iran masih menjadi kekuatan regional yang tangguh.
Terlebih lagi, klaim bahwa angkatan udara dan laut Iran telah dilumpuhkan dinilai tidak sepenuhnya akurat.