Wabup Nganjuk Mas Handy Apresiasi Festival Pu Tajum, Sejarah Ngetos Jadi Pusat Kadewaguruan
Rendy Nicko April 24, 2026 12:50 AM

TRIBUNMATARAMAN.COM, NGANJUK - Festival Pu Tajum digelar di Candi Ngetos dan halaman kantor Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Kamis (23/4/2026). 

Festival Pu Tajum tersebut sarat akan nilai historis. Sebab, dalam Festival Pu Tajum masyarakat yang datang diajak langsung merekonstruksi ingatan terhadap sejarah berdirinya Bumi Anjuk Ladang.

Sementara, berdasarkan catatan penelusuran sejarah dari Prasasti Anjuk Ladang, Pu Tajum merupakan sosok Mahaguru yang sangat dihormati dari wilayah Ngetos.

Pu Tajum diundang secara khusus oleh Mpu Sindok untuk menjadi saksi kehormatan dalam prosesi sakral Manusuk Sima, penetapan tanah perdikan, pada 10 April 937 silam.

Baca juga: 1.198 Jemaah Kediri Dipastikan Siap Terbang, Penggabungan Kloter Haji 2026 Hingga Tenaga Medis

Selain itu, Pu Tajum juga memegang peranan krusial, salah satu yang membantu pasukan Mpu Sindok dalam memenangkan pertempuran melawan invasi Kerajaan Pamalayu dari Sumatera.

Kegiatan ini turut dihadiri, Wakil Bupati (Wabup) Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono, budayawan, serta pelajar. 

Mas Handy -sapaan Wabup- mengapresiasi terhadap semua pihak yang terlibat menyukseskan kegiatan ini, termasuk Paguyuban Kebudayaan Ngetos. 

Saat kegiatan berlangsung, partisipasi generasi muda begitu tinggi, mengambil bagian dalam ikhtiar pelestarian sejarah dan kebudayaan lokal. 

"Saya sangat bangga melihat keterlibatan aktif anak-anak kita, mulai dari pelajar TK, SD, SMP Ngetos, hingga SMP. Keterlibatan peserta didik merupakan bentuk nyata dari penerapan edukasi sejarah di lapangan," katanya. 

Festival Pu Tajum diisi pementasan seni dan pameran pusaka. 

Di situ diperkenalkan karya seni tempa peninggalan leluhur kepada masyarakat luas.

"Kami optimistis warisan peradaban dan identitas lokal Bumi Anjuk Ladang akan terus terjaga dan lestari," ungkapnya. 

Pusat Kadewaguruan

Camat Ngetos, Nuri Prihandoko, menyatakan perhelatan ini murni inisiasi dari masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Budaya Kecamatan Ngetos. 

Ia menyebut Kecamatan Ngetos memiliki rekam jejak peradaban yang sangat panjang.

Dari era klasik Hindu-Buddha, wilayah Ngetos dikenal sebagai pusat kadewaguruan hingga ke masa pergerakan kemerdekaan.

"Melihat antusiasme dan nilai historis yang begitu kuat, kami mengusulkan agar ke depannya Festival Pu Tajum ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemkab Nganjuk. Juga ditetapkan masuk ke dalam rangkaian agenda resmi Peringatan Hari Jadi Nganjuk," paparnya. 

(Danendra Kusuma/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.